BRI Region 17 Denpasar Dorong Urban Farming Mandiri di Bali Lewat Program BRInita 2025
Buletindewata.id, Denpasar - Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan berkelanjutan dan memberdayakan masyarakat urban, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Region 17 Denpasar kembali menunjukkan komitmennya lewat peluncuran Program BRInita (BRI Bertani di Kota) Tahun 2025. Fokus utama program ini adalah memberikan dukungan nyata bagi Kelompok Joglo Hidroponik Berkah, sebuah komunitas yang konsisten menerapkan teknik pertanian modern berbasis hidroponik dan aquaponik di wilayah Denpasar, Bali.
Kolaborasi Strategis Demi Ketahanan Pangan Berbasis Urban Farming
Dalam pernyataannya, CEO Regional BRI Region 17-Denpasar, Hery Noercahya, menyampaikan bahwa program BRInita adalah wujud nyata dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI dalam mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Menurutnya, urban farming bukan hanya solusi pemanfaatan lahan sempit, tetapi juga alat untuk menciptakan lapangan kerja, memperkuat ekonomi lokal, dan mengatasi persoalan sampah melalui pendekatan pertanian terpadu.
“Kami melihat potensi besar dari Kelompok Joglo Hidroponik Berkah. Melalui BRInita, kami berharap dapat meningkatkan produktivitas mereka dan menginspirasi masyarakat Denpasar untuk ikut serta memaksimalkan ruang kota menjadi lahan yang produktif,” ujar Hery.
Bantuan Lengkap dan Terintegrasi
BRI Region 17 Denpasar memberikan bantuan menyeluruh, meliputi modernisasi fasilitas hidroponik dan aquaponik, pembaruan wall garden (taman vertikal) untuk efisiensi ruang, pengembangan kolam lele sebagai sumber protein alternatif, hingga pelatihan teknis dan manajerial bagi anggota kelompok.
Dengan pendekatan ini, Program BRInita 2025 tak hanya menyasar aspek produksi, tetapi juga pengembangan kapasitas sumber daya manusia, inovasi teknologi hijau, dan peningkatan kesejahteraan sosial.
Joglo Hidroponik Berkah: Teladan Urban Farming di Bali
Kelompok Joglo Hidroponik Berkah telah aktif dalam kegiatan pertanian kota selama lebih dari lima tahun. Mereka dikenal sebagai pionir dalam penerapan sistem pertanian modern yang efisien dan ramah lingkungan di Bali. Lokasinya yang strategis di Denpasar membuat program ini sangat berdampak karena menjangkau area perkotaan yang padat.
Menurut Hj. Luckky Retnani, Ketua Kelompok Joglo Hidroponik Berkah, bantuan dari BRI sangat berarti dalam meningkatkan keberlangsungan program kelompok. Ia menjelaskan bahwa pelatihan yang diberikan membuka wawasan baru bagi para anggotanya.
“Dengan adanya bantuan dari BRI, kami semakin termotivasi untuk mengembangkan usaha kami. Pelatihan dan pembangunan infrastruktur yang diberikan sangat membantu meningkatkan produktivitas dan menyebarkan dampak sosial lebih luas,” tuturnya.
Pendidikan dan Kemandirian untuk Masyarakat Sekitar
Tak hanya berhenti di aspek produksi, kegiatan urban farming yang diinisiasi oleh Kelompok Joglo Hidroponik Berkah juga menjadi pusat edukasi pertanian modern bagi masyarakat sekitar. Banyak pelajar, mahasiswa, dan ibu rumah tangga yang mulai ikut belajar tentang hidroponik, pengelolaan air, serta daur ulang sampah organik melalui workshop dan kegiatan praktik lapangan.
Ketua Umum Yayasan Al Hikmah Joglo, H. Maskuron, yang turut mendukung kegiatan ini menyebut bahwa bantuan dari BRI memperkuat visi yayasan untuk meningkatkan kemandirian dan ketahanan komunitas lokal.
“Program BRInita ini bukan hanya membantu kami secara fisik, tetapi juga menumbuhkan semangat belajar di tengah masyarakat. Kami sudah melihat dampaknya: hasil panen meningkat, masyarakat belajar teknik pertanian berkelanjutan, dan lingkungan menjadi lebih bersih,” ungkap Maskuron.
Menuju Ekosistem Pertanian Perkotaan yang Berkelanjutan
Urban farming kini tidak lagi sekadar tren, tapi menjadi strategi masa depan dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim, urbanisasi, dan krisis pangan. Dengan dukungan dari sektor perbankan seperti BRI, komunitas lokal semakin percaya diri untuk menerapkan teknologi dan inovasi hijau.
Program BRInita juga membuka peluang bagi kolaborasi antar sektor, baik dari pemerintah daerah, institusi pendidikan, maupun pelaku bisnis, untuk mengembangkan pertanian kota yang berbasis ekonomi sirkular dan zero waste.(blt)
Posting Komentar untuk "BRI Region 17 Denpasar Dorong Urban Farming Mandiri di Bali Lewat Program BRInita 2025"