Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Parade Ogoh-Ogoh Sanur Metangi 2026 di Pantai Mertasari, Pesona Budaya Bali Pikat Wisatawan Domestik dan Mancanegara

Parade Ogoh-Ogoh Sanur Metangi 2026 di Pantai Mertasari, Pesona Budaya Bali Pikat Wisatawan Domestik dan Mancanegara


Buletindewata.id, Denpasar - Parade Ogoh-Ogoh Sanur Metangi 2026 yang digelar pada Kamis, 12 Maret 2026 di Pantai Mertasari, Sanur, Bali, menjadi salah satu perayaan budaya yang paling ditunggu-tunggu oleh masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara. Acara ini bukan hanya sekadar parade, melainkan sebuah panggung besar yang menampilkan kreativitas, kebersamaan, dan kekayaan budaya Bali yang mendalam.  

Pantai Mertasari yang terkenal dengan panorama matahari terbenamnya, sore itu dipenuhi oleh ribuan pengunjung. Wisatawan asing dan domestik tampak antusias mengabadikan momen langka ini dengan kamera dan ponsel mereka. Suasana meriah berpadu dengan dentuman Baleganjur yang menggema, menciptakan atmosfer magis khas Bali yang sulit dilupakan.

Parade Ogoh-Ogoh Sanur Metangi 2026 hadir dengan konsep “Samuhita”, sebuah filosofi yang berarti menyatukan seluruh elemen menjadi satu kesatuan. Ketua Panitia, Ida Bagus Prajiskana Jisnu, menegaskan bahwa parade ini bukan sekadar lomba antar-banjar, melainkan wadah untuk merangkul seluruh pemuda lintas banjar di Sanur agar kembali bergandengan tangan dalam satu panggung budaya.  

“Ini bukan sekadar lomba, tapi ajang menyatukan. Kita ingin menunjukkan bahwa Sanur bisa kompak,” ujar Jisnu dengan penuh semangat.  

Semangat kebersamaan ini menjadi inti dari parade, di mana seni, tradisi, dan kreativitas berpadu untuk memperkuat identitas budaya Bali.

Sebanyak 20 banjar di Sanur ikut serta dalam parade ini. Rinciannya terdiri dari 6 banjar dari Desa Dinas Sanur Kaja, 6 banjar dari Kelurahan Sanur, dan 8 banjar dari Sanur Kauh  

Masing-masing banjar menampilkan Ogoh-Ogoh sesuai nomor undian dengan durasi 8–10 menit. Penampilan mereka tidak hanya menonjolkan bentuk Ogoh-Ogoh, tetapi juga dilengkapi dengan fragmen cerita dan iringan musik Baleganjur yang menghentak.  

Setiap karya Ogoh-Ogoh mencerminkan kreativitas anak muda Sanur yang berusaha menghadirkan inovasi tanpa meninggalkan pakem tradisi. Inilah yang membuat parade semakin menarik, karena setiap Ogoh-Ogoh memiliki karakter unik, mulai dari bentuk raksasa menyeramkan hingga karya yang lebih artistik dengan sentuhan klasik.

Ketua Yayasan Pembangunan Sanur, Ida Bagus Gde Sidharta Putra, menekankan bahwa parade ini bukan hanya ajang seni, tetapi juga sarana untuk memperkenalkan budaya Bali kepada dunia.  

“Parade Ogoh-Ogoh Sanur Metangi ini sarat makna yang mendorong anak-anak berkreativitas seni dan budaya. Ini juga untuk mengenalkan seni budaya Bali,” ungkapnya.  

Tidak heran jika parade ini selalu menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara. Banyak turis asing yang datang khusus ke Sanur untuk menyaksikan parade, menjadikannya salah satu atraksi budaya yang memperkuat citra Sanur sebagai destinasi wisata yang berakar kuat pada tradisi.

Salah satu juri penilai, Wayan Gede Miasa, menjelaskan bahwa kriteria penilaian Ogoh-Ogoh meliputi sinopsis (20%),.anatomi (40%), komposisi (20%), dan keserasian (20%).

Menariknya, dari 20 Ogoh-Ogoh yang tampil, beberapa karya berani menghadirkan nuansa klasik. Elemen klasik terlihat pada Tapel (topeng) dan bentuk tubuh Ogoh-Ogoh yang mengacu pada pakem lawas.  

“Sanur sudah berani memunculkan klasiknya. Menurut saya ini kemajuan dari sisi inovasi karya Ogoh-Ogoh,” kata Miasa. Hal ini menunjukkan bahwa pemuda Sanur tidak hanya kreatif, tetapi juga mampu menggabungkan tradisi lama dengan inovasi modern.

Parade Ogoh-Ogoh Sanur Metangi 2026 di Pantai Mertasari, Pesona Budaya Bali Pikat Wisatawan Domestik dan Mancanegara


Pantai Mertasari sore itu benar-benar berubah menjadi panggung budaya terbuka. Wisatawan tampak berdesakan mencari posisi terbaik untuk menyaksikan parade. Anak-anak kecil berlari riang, sementara para orang tua menikmati pertunjukan dengan penuh kebanggaan.  

Dentuman Baleganjur berpadu dengan sorak-sorai penonton menciptakan suasana yang begitu hidup. Banyak wisatawan asing yang terpesona dengan detail Ogoh-Ogoh, bahkan beberapa di antaranya mencoba memahami makna simbolik dari karya tersebut.  

Parade ini bukan hanya tontonan, tetapi juga pengalaman budaya yang mendalam. Wisatawan merasa seolah diajak masuk ke dalam dunia spiritual Bali yang penuh filosofi.

Parade Ogoh-Ogoh selalu identik dengan perayaan Hari Suci Nyepi, hari raya umat Hindu di Bali yang penuh makna. Ogoh-Ogoh sendiri melambangkan Bhuta Kala, energi negatif yang harus dinetralisir sebelum Nyepi.  

Dengan membakar atau mengarak Ogoh-Ogoh, masyarakat Bali percaya bahwa mereka sedang membersihkan alam semesta dari energi jahat. Inilah yang membuat parade Ogoh-Ogoh bukan sekadar hiburan, tetapi juga ritual sakral yang penuh filosofi.  

Sanur Metangi 2026 menjadi bukti bahwa tradisi ini tetap relevan dan mampu menarik perhatian generasi muda serta wisatawan dari berbagai belahan dunia.

Parade Ogoh-Ogoh Sanur Metangi 2026 memberikan banyak dampak positif antara lain meningkatkan pariwisata Sanur dengan menarik wisatawan domestik dan mancanegara, menguatkan identitas budaya Bali melalui karya seni yang tetap berakar pada tradisi, mendorong kreativitas pemuda dengan memberikan ruang untuk berinovasi, dan membangun kebersamaan antar-banjar melalui semangat Samuhita.  

Dengan dukungan Yayasan Pembangunan Sanur dan desa adat, parade ini menjadi momentum kebangkitan budaya sekaligus memperkuat citra Sanur sebagai destinasi wisata budaya kelas dunia.

Parade Ogoh-Ogoh Sanur Metangi 2026 di Pantai Mertasari bukan hanya sebuah pertunjukan seni, melainkan perayaan besar yang menyatukan masyarakat, budaya, dan pariwisata. Dengan konsep Samuhita, parade ini berhasil menghadirkan semangat kebersamaan, kreativitas, dan inovasi yang memikat hati ribuan penonton.  

Sanur kembali membuktikan dirinya sebagai kawasan wisata yang tidak hanya indah secara alamiah, tetapi juga kaya akan tradisi budaya. Ogoh-Ogoh yang ditampilkan menjadi simbol kebangkitan seni anak muda Bali sekaligus daya tarik wisata budaya yang mendunia.(blt)

Posting Komentar untuk "Parade Ogoh-Ogoh Sanur Metangi 2026 di Pantai Mertasari, Pesona Budaya Bali Pikat Wisatawan Domestik dan Mancanegara"