Badung Ecology Art Space 2026, Merawat Bumi dan Menguatkan Seni Budaya Melalui Kreativitas
Buletindewata.id,Badung – Kabupaten Badung kembali menegaskan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan sekaligus penguatan ekosistem seni budaya melalui penyelenggaraan Badung Ecology Art Space 2026. Program ini digagas oleh Katalis Kreatif Seni Budaya Kabupaten Badung sebagai bagian dari perayaan Hari Bumi Sedunia dan Hari Tari Sedunia, yang jatuh pada bulan April.
Inisiatif ini lahir dari semangat seniman muda Badung yang ingin menjadikan seni sebagai medium kampanye ekologis. Mereka percaya bahwa seni bukan hanya ekspresi estetika, melainkan juga sarana edukasi dan gerakan sosial untuk menjaga bumi.
Ketua Umum Katalis Kreatif Seni Budaya Kabupaten Badung, Dr. I Gusti Darma Pitra, M.SN, menegaskan bahwa gerakan ini diharapkan menjadi agenda tahunan. “Kami ingin seni menjadi media kampanye ekologis di setiap wilayah Kabupaten Badung. Melalui seni, masyarakat diajak untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan menjadikan ekologi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Acara yang berlangsung di Wantilan Pura Lingga Bhuana, Puspem Badung,Rabu (29/4) malam,.menghadirkan berbagai workshop seni, diskusi kreatif, serta pertunjukan Tari Condong yang digelar di seluruh kecamatan se-Badung. Tari Condong dipilih sebagai simbol harmoni antara tradisi, kreativitas, dan kelestarian alam.
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, Badung Ecology Art Space 2026 sejalan dengan visi ADICIPTA dalam mendorong percepatan pembangunan di berbagai bidang, termasuk kebudayaan. “Pariwisata kita bersumber dari seni, adat, dan budaya. Karena itu, kegiatan seperti ini harus mendapat perhatian khusus,” tegasnya.
Badung Ecology Art Space 2026 tidak hanya menampilkan seni pertunjukan, tetapi juga menghadirkan ruang edukasi tentang pentingnya menjaga bumi. Gerakan ini mengajak masyarakat untuk menyadari bahwa bumi adalah rumah bersama. Seni menjadi bahasa universal yang mampu menyentuh hati, membangkitkan kesadaran, dan menggerakkan aksi nyata.
Salah satu fokus utama kegiatan ini adalah melibatkan generasi muda. Mereka diajak untuk berpartisipasi aktif dalam menciptakan karya seni yang berorientasi pada keberlanjutan. Dengan demikian, seni tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi sarana pendidikan ekologis.
Dengan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Badung, Badung Ecology Art Space 2026 diharapkan menjadi platform kreatif berkelanjutan. Program ini diharapkan mampu menjadi agenda tahunan yang konsisten, menginspirasi daerah lain untuk menggabungkan seni dengan gerakan ekologis, mendorong pariwisata budaya yang ramah lingkungan, serta menguatkan identitas Badung sebagai pusat seni dan budaya yang peduli terhadap bumi. (blt)




Posting Komentar untuk "Badung Ecology Art Space 2026, Merawat Bumi dan Menguatkan Seni Budaya Melalui Kreativitas"