Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tradisi Makan Sate Bersama Hari Raya Idul Adha di Raya Kampial, Rajut Kerukunan dan Persaudaraan Lintas Agama

 

Tradisi Makan Sate Bersama Hari Raya Idul Adha di Raya Kampial, Rajut Kerukunan dan Persaudaraan Lintas Agama

Buletindewata.id, Badung - Dalam suasana penuh kebersamaan dan kehangatan, warga Perumahan Raya Kampial, Kuta Selatan, Badung kembali menggelar tradisi makan sate bersama sebagai bagian dari perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Tradisi ini bukan sekadar acara kuliner, melainkan simbol nyata kerukunan, toleransi, dan persaudaraan lintas agama yang telah lama menjadi ciri khas masyarakat Kampial.  

Idul Adha, yang dikenal sebagai Hari Raya Kurban, tidak hanya menjadi momentum ibadah bagi umat Muslim, tetapi juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antarwarga. Di Kampial, semangat kurban diwujudkan dalam bentuk kebersamaan, di mana warga Muslim dan non-Muslim duduk berdampingan menikmati gulai dan sate kambing hasil olahan hewan kurban. Acara ini berlangsung di Balai Serba Guna Kampial sehari setelah Idul Adha, dengan suasana penuh kegembiraan, tawa, dan keakraban.

Ketua Kerukunan Muslim Raya Kampial, Bripka Jono, menyampaikan bahwa tahun ini jumlah hewan kurban mencapai 18 ekor kambing dan 4 ekor sapi. Dari jumlah tersebut, tiga ekor kambing diolah menjadi gulai dan sate untuk acara ramah tamah bersama warga. Hidangan ini tidak hanya dinikmati oleh umat Muslim, tetapi juga oleh seluruh warga Kampial dari berbagai latar belakang agama, tokoh masyarakat, hingga unsur pemerintahan Kabupaten Badung yang turut hadir.  

“Harapan kita adalah ini sebagai wujud nyata menjaga toleransi, keharmonisan, dan kebersamaan, khususnya di Perumahan Raya Kampial. Kita menyediakan tiga ekor kambing untuk diolah menjadi gulai dan sate, agar bisa dinikmati bersama seluruh umat yang ada di sini,” ujar Bripka Jono.

Tradisi makan sate bersama ini menjadi jembatan kerukunan yang memperkuat ukhuwah atau persaudaraan antarumat beragama di tengah keberagaman masyarakat Bali. Ketua Suka Duka Perumahan Raya Kampial, Putu Arwata, menegaskan bahwa toleransi di Kampial bukan hanya slogan, melainkan praktik nyata yang dijalankan sehari-hari.  

“Inilah kami di Raya Kampial, toleransi kami. Saya sebagai ketua tidak pernah membedakan bagaimana kita di sini menyatu untuk saling menghargai dan menghormati. Harapan saya ke depan, generasi kita, anak-anak kita melanjutkan apa yang kita harapkan untuk kerukunan bangsa ini,” ungkap Putu Arwata.

Ketua TP PKK Kabupaten Badung, Ny. Rasniathi Adi Arnawa, turut hadir dan memberikan apresiasi tinggi kepada warga Kampial atas semangat toleransi yang luar biasa. Menurutnya, setiap kegiatan di Kampial selalu melibatkan seluruh agama, sehingga tercipta suasana harmonis yang patut dijadikan teladan.  

“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada warga Raya Kampial karena toleransi beragamanya luar biasa. Setiap kegiatan selalu melibatkan semua agama,” terang Ny. Rasniathi.  

Dalam kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Badung juga menyerahkan sertifikat kurban Idul Adha kepada para donatur sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi mereka dalam distribusi hewan kurban yang diselenggarakan di Mushola Asy Syfa Kampial pada 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah, bertepatan dengan 27 Mei 2026.

Tradisi Makan Sate Bersama Hari Raya Idul Adha di Raya Kampial, Rajut Kerukunan dan Persaudaraan Lintas Agama

Tradisi makan sate bersama di Kampial bukan hanya sekadar acara tahunan, melainkan warisan budaya yang diharapkan dapat terus dijaga dan diteruskan oleh generasi muda. Di tengah arus globalisasi dan modernisasi, nilai-nilai kebersamaan dan toleransi seperti ini menjadi pondasi penting untuk menjaga keharmonisan masyarakat.  

Dengan adanya tradisi ini, warga Kampial menunjukkan bahwa perbedaan agama bukanlah penghalang untuk hidup rukun. Justru, keberagaman menjadi kekuatan yang menyatukan, menciptakan harmoni, dan memperkuat persaudaraan.(blt)

Posting Komentar untuk "Tradisi Makan Sate Bersama Hari Raya Idul Adha di Raya Kampial, Rajut Kerukunan dan Persaudaraan Lintas Agama "