Warisan Budaya Mekotek Desa Munggu Bali, Tradisi Saat Hari Suci Kuningan
Buletindewata.id, Badung - .Masyarakat Desa Adat Munggu, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, kembali melaksanakan Tradisi Mekotek bertepatan dengan Hari Suci Kuningan. Tradisi sakral ini diyakini sebagai ritual tolak bala untuk memohon keselamatan, kesehatan, serta berkah kesuburan bagi masyarakat dan lahan pertanian.
Mekotek telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Desa Munggu. Tradisi ini dilaksanakan secara turun-temurun sejak masa kejayaan Kerajaan Mengwi, yang dahulu pernah berjaya melawan Kerajaan Blambangan dari Banyuwangi, Jawa Timur.
Pelaksanaan dimulai sekitar pukul 13.00 WITA, ditandai dengan suara kul-kul sebagai tanda berkumpulnya warga. Ribuan laki-laki dari 12 banjar adat hadir dengan mengenakan pakaian adat madya, membawa tongkat kayu pule sepanjang tiga meter yang dihiasi tamiang, pelawa, dan pandan berduri sebagai simbol tombak.
Di setiap persimpangan jalan desa, warga membentuk formasi piramida atau gunungan dengan menyatukan kayu pule. Suara benturan kayu menghasilkan bunyi “tek-tek”, yang menjadi asal-usul nama Mekotek. Seorang warga kemudian naik ke puncak formasi untuk memberi komando dan semangat bagi kelompoknya.
Tradisi Mekotek mengandung nilai spiritual dan sosial yang mendalam.yakni sebagai ritual tolak bala yang diyakini mampu menangkal wabah penyakit dan bencana, sebagai doa untuk.mohon keselamatan dan lahan pertanian mendapat berkah, dan menjadi warisan Sejarah dari simbol peringatan kejayaan pasukan Kerajaan Mengwi menundukan Kerajaan Blambangan. "Tradisi unik yang kita punya di Desa Munggu terutama sebagai simbol peringatan keberhasilan mempertahankan kerajaan blambangan yang afa di bawah naingan Kerajaan Mengwi," ungkap Bendesa Adat Munggu, I Made Suwinda, Sabtu(27/6).
Meski arus modernisasi semakin kuat, masyarakat Desa Munggu tetap berkomitmen menjaga tradisi Mekotek. Generasi muda dilibatkan aktif agar nilai budaya tidak hilang. Tradisi ini juga menjadi daya tarik wisata budaya, menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin menyaksikan langsung prosesi unik tersebut. “Tradisi Mekotek adalah warisan budaya yang harus tetap ajeg. Kami akan terus mengedukasi generasi muda agar memahami dan melestarikan tradisi ini," imbuh Suwinda.
Dikatakan saat pandemi COVID-19, masyarakat Munggu tetap melaksanakan tradisi Mekotek dengan keyakinan bahwa ritual ini mampu melindungi desa dari dampak buruk wabah. "Pada saat covid 19 kita tetap bersikukuh mempertahankan tradisi mekotek, sebabkalau kami tidak melaksanakan tradisi mekotek niscaya wabah bisa lebih parah dari covid," tuturnya.
Tradisi Mekotek telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Penetapan ini memperkuat posisi Mekotek sebagai salah satu tradisi penting yang tidak hanya milik Bali, tetapi juga bagian dari kekayaan budaya bangsa Indonesia.
Desa Adat Munggu terletak di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali. Desa ini dikenal sebagai salah satu pusat budaya dengan tradisi yang masih terjaga hingga kini. Mekotek menjadi ikon desa yang memperkuat identitas Bali sebagai rumah budaya, spiritualitas, dan kerukunan.(blt)


Posting Komentar untuk "Warisan Budaya Mekotek Desa Munggu Bali, Tradisi Saat Hari Suci Kuningan"