Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cipta Rwa Loka Jadi Atraksi Budaya Bali Terbaru di The Nusa Dua Bali

Cipta Rwa Loka Jadi Atraksi Budaya Bali Terbaru di The Nusa Dua Bali


Buletindewata.id, Badung  – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) kembali menegaskan komitmennya dalam mengembangkan The Nusa Dua sebagai destinasi pariwisata kelas dunia. Kali ini, ITDC menghadirkan atraksi budaya terbaru bertajuk “Cipta Rwa Loka by Naluri Manca”, sebuah pertunjukan seni yang memadukan tradisi Bali dengan sentuhan modern, sekaligus menjadi bagian dari program Customer Experience.

Atraksi Cipta Rwa Loka merupakan karya terbaru dari Naluri Manca, komunitas seni dan budaya Bali yang berdiri sejak tahun 2020. Komunitas ini lahir dengan semangat melestarikan sekaligus mengembangkan kekayaan budaya Nusantara melalui pertunjukan kreatif, inovatif, dan berkualitas.  

Sejak awal kiprahnya, Naluri Manca telah menorehkan berbagai prestasi. Mereka pernah menjadi salah satu peserta terbaik dalam Indonesia’s Got Talent Season 1 (2022), berpartisipasi dalam Organization of World Heritage Cities sejak tahun 2022, serta meraih penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada tahun 2024 berkat pementasan kolosal multi-genre seni di lokasi aslinya.  

Cipta Rwa Loka Jadi Atraksi Budaya Bali Terbaru di The Nusa Dua Bali


Ida Bagus Eka Harista, atau akrab disapa Gus Eka, selaku pendiri Naluri Manca, menjelaskan filosofi di balik karya ini dapat me.jadi tuntunan tentang transformasi tradisi budaya dengan sentuhan modernisasi. “Cipta Rwa Loka menggambarkan dua dimensi kehidupan – alam bawah dan alam atas, baik dan buruk. Di Bali, konsep ini dikenal sebagai Rwa Bhineda. Pertunjukan ini bukan hanya tontonan, tetapi juga tuntunan, bagaimana tradisi bisa bertransformasi dengan sentuhan modern tanpa kehilangan makna”, ungkapnya. 

Gus Eka memambahkan pertunjukan ini mengangkat filosofi Rwa Bhineda, yakni keseimbangan antara dua hal yang berlawanan: terang dan gelap, baik dan buruk, kasat mata dan tak kasat mata. Konsep ini diimplementasikan melalui teknologi modern, seperti penggunaan efek glow in the dark dalam komponen karya tradisional. Menurutnya, pertunjukan ini juga merefleksikan ajaran Tri Hita Karana, yakni tiga harmoni kehidupan yang terdiri dari Pawongan yaitu hubungan antar sesama manusia, Palemahan hubungan manusia dengan alam, dan Parahyangan hubungan manusia dengan Tuhan.

“Pesan yang kami bawakan adalah bagaimana manusia bisa lebih peduli terhadap alam, sesama, dan spiritualitas. Pertunjukan ini menjadi medium untuk menghubungkan manusia dengan alam, serta manusia dengan manusia lainnya,” ujar Gus Eka.  

Cipta Rwa Loka Jadi Atraksi Budaya Bali Terbaru di The Nusa Dua Bali

Proses persiapan Cipta Rwa Loka dilakukan secara intensif selama satu setengah bulan dengan pola latihan estafet, pagi dan malam. Menariknya, pertunjukan ini melibatkan lintas generasi, termasuk anak-anak berusia 9 tahun yang diberi ruang untuk belajar dan tampil bersama penari profesional.  

“Kami melibatkan 45 talent, dengan 5 orang tim pendukung. Anak-anak ini berlatih bersama penari yang lebih berpengalaman, sehingga kemampuan mereka bisa berkembang lebih cepat. Ini bukan sekadar pertunjukan, tetapi juga ruang edukasi,” jelas Gus Eka.  

Pertunjukan Cipta Rwa Loka menghadirkan berbagai simbol dan mitologi Bali. Dalam pementasan perdana, mitologi Banaspati Raja atau Barong ditampilkan sebagai representasi kekuatan alam. Ke depan, pertunjukan ini akan menghadirkan tema lain seperti dunia bawah laut (under the sea) dengan mitologi Gajahmina, serta mitologi udara dengan Naga Anantaboga. Simbolisme ini dikatakan tidak hanya memperkaya visual pertunjukan, tetapi juga memperkenalkan penonton pada kekayaan spiritual dan filosofi Bali.  

Cipta Rwa Loka Jadi Atraksi Budaya Bali Terbaru di The Nusa Dua Bali

Pelaksana Tugas Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, menegaskan bahwa kehadiran atraksi budaya ini merupakan bagian dari strategi memperkuat daya tarik The Nusa Dua.  

“Pertunjukan ini bukan hanya hiburan, tetapi juga memperkenalkan kekayaan seni dan filosofi Bali dalam kemasan modern. Kami ingin wisatawan merasakan pengalaman berbeda, sehingga mereka betah lebih lama di Bali dan meningkatkan kualitas pariwisata,” kata Ahmad Fajar.  

Ia menambahkan bahwa biasanya ITDC menghadirkan pertunjukan kecak mingguan, namun kali ini dikombinasikan dengan konsep baru agar wisatawan mendapatkan pengalaman menonton yang lebih variatif.  

Sebagai bagian dari kolaborasi strategis antara ITDC dan Naluri Manca, pertunjukan Cipta Rwa Loka akan digelar secara rutin setiap hari Sabtu, pukul 19.00–20.00 WITA, di Taksu Art Stage, Peninsula Island, The Nusa Dua. Harga tiket ditetapkan sebesar Rp250.000 per orang, dan mulai berlaku pada 1 Agustus 2026.  

Kehadiran atraksi budaya ini diharapkan mampu meningkatkan quality tourism di Bali. Dengan menghadirkan pengalaman yang lengkap – mulai dari keindahan alam, kuliner, hingga budaya – wisatawan diharapkan tinggal lebih lama dan meningkatkan pengeluaran mereka selama berada di Bali.  Selain itu, pertunjukan ini juga menjadi wadah bagi seniman lokal untuk berkarya, sekaligus memperkenalkan budaya Bali ke panggung internasional.(blt)



Posting Komentar untuk "Cipta Rwa Loka Jadi Atraksi Budaya Bali Terbaru di The Nusa Dua Bali "