HUT ke-30 FSP PAR SPSI Kabupaten Badung, Momentum Perjuangan, Kebersamaan, dan Harapan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata
Buletindewata.id, Badung - Federasi Serikat Pekerja Pariwisata–Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP PAR–SPSI) Kabupaten Badung merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-30 pada Sabtu, 25 Juli 2026, di 100 Sunset Kuta Hotel, kawasan Sunset Road, Kuta. Perayaan ini bukan hanya menjadi ajang kebersamaan, tetapi juga momentum refleksi perjalanan panjang organisasi pekerja pariwisata dalam memperjuangkan kesejahteraan anggotanya.
Sejak berdiri pada 20 Juli 1996, FSP PAR SPSI Badung telah menjadi wadah perjuangan ribuan pekerja pariwisata di Bali. Dengan jumlah anggota mencapai sekitar 4.000 orang, organisasi ini terus berkomitmen mendukung tenaga kerja sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung perekonomian Kabupaten Badung dan Bali secara keseluruhan.
Ketua PC FSP PAR SPSI Kabupaten Badung, Slamet Suranto, menegaskan bahwa HUT ke-30 bukan sekadar seremonial, melainkan momentum introspeksi diri. Menurutnya, meski selama tiga dekade organisasi mampu menjalankan tugas dengan baik, masih ada tantangan besar yang harus dihadapi. Salah satu isu penting adalah Upah Minimum Kabupaten (UMK) Badung yang saat ini baru mencapai sekitar 74 persen dari Kebutuhan Hidup Layak (KHL) di Bali, yakni Rp5,2 juta. Harapan besar FSP PAR adalah agar UMK dapat meningkat hingga 85–90 persen sehingga lebih mendekati standar KHL dan mampu memberikan kesejahteraan nyata bagi para pekerja pariwisata.
“Peringatan HUT ke-30 ini menjadi momentum introspeksi atas perjalanan organisasi sekaligus memikirkan langkah ke depan. Kami bangga karena selama 30 tahun anggota telah menjalankan tugas dengan baik, tetapi pekerjaan rumah kami masih banyak. Salah satu harapan FSP PAR–SPSI adalah agar UMK Badung semakin mendekati KHL,” ungkap Slamet Suranto.
Acara perayaan juga dihadiri Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Badung, Drs. Anak Agung Ngurah Rai Yuda Darma, M.A.P., yang hadir mewakili Bupati Badung. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas konsistensi FSP PAR dalam mendukung tenaga kerja pariwisata. Pemerintah Kabupaten Badung, katanya, berkomitmen untuk terus membangun komunikasi terbuka dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk organisasi serikat pekerja. Harapannya, FSP PAR SPSI Badung semakin maju, bermanfaat bagi anggotanya, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Kabupaten Badung.
Suasana perayaan semakin meriah dengan lomba menyanyikan Mars FSP PAR oleh masing-masing unit kerja. Para pemenang berhak membawa pulang piala dan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas semangat kebersamaan. Acara kemudian ditutup dengan pengundian door prize dan hiburan yang melibatkan seluruh peserta.
Kabupaten Badung dikenal sebagai pusat pariwisata Bali, dengan kawasan populer seperti Kuta, Seminyak, Canggu, dan Nusa Dua. Ribuan pekerja pariwisata menggantungkan hidup dari industri ini, mulai dari hotel, restoran, spa, hingga transportasi wisata. FSP PAR SPSI Badung memiliki peran strategis dalam memastikan hak-hak pekerja terlindungi, termasuk memperjuangkan upah layak sesuai KHL, menyuarakan jaminan sosial dan perlindungan tenaga kerja, mendorong pelatihan serta peningkatan kompetensi, dan menjadi mitra pemerintah maupun pengusaha dalam membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan.
Memasuki era digital dan globalisasi, dunia kerja sektor pariwisata menghadapi tantangan besar. Digitalisasi layanan pariwisata menuntut pekerja lebih adaptif, persaingan global semakin ketat, dan krisis ekonomi maupun pandemi pernah melumpuhkan sektor ini. Dengan semangat kebersamaan, FSP PAR SPSI Badung berharap mampu menjawab tantangan tersebut dan tetap menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan hak-hak pekerja pariwisata.(blt)



Posting Komentar untuk "HUT ke-30 FSP PAR SPSI Kabupaten Badung, Momentum Perjuangan, Kebersamaan, dan Harapan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata"