Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bali Villa Association dan Control Union Dorong Sertifikasi Pariwisata Berkelanjutan Hadapi Perubahan Tren Wisata Global

Bali Villa Association dan Control Union Dorong Sertifikasi Pariwisata Berkelanjutan Hadapi Perubahan Tren Wisata Global


Buletindewata.id, Badung - Dalam upaya menjawab tantangan perubahan tren pariwisata global, Bali Villa Association (BVA) bekerja sama dengan Control Union Indonesia, lembaga sertifikasi independen bertaraf internasional, menyelenggarakan talk show bertajuk “Sustainability for Every Stay” dengan tema “Membangun Villa Masa Depan Melalui Praktik Perhotelan Berkelanjutan”. Acara ini berlangsung di Seminyak, Kecamatan Kuta, Badung, dan dihadiri oleh para pelaku industri pariwisata, pemilik villa, serta pemangku kepentingan lainnya.

Talk show ini menjadi wadah diskusi strategis mengenai pentingnya adaptasi sektor pariwisata Bali terhadap perubahan preferensi wisatawan global yang kini semakin mengutamakan keberlanjutan, pelestarian budaya lokal, serta tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Muhamad Rifki, Senior Business Development Executive dari Control Union Indonesia, mengungkapkan bahwa motivasi utama penyelenggaraan acara ini adalah untuk merespons pergeseran paradigma wisatawan. “Jika dulu wisata dilakukan secara massal tanpa mempertimbangkan dampaknya, kini wisatawan lebih memilih pengalaman yang memperhatikan lingkungan, budaya, dan kearifan lokal,” jelas Rifki.

Lebih lanjut, Rifki menekankan bahwa keberlanjutan dalam industri pariwisata tidak hanya mencakup aspek lingkungan, tetapi juga menyentuh dimensi sosial dan budaya. “Sustainability harus mencakup keseimbangan antara pelestarian lingkungan, penghormatan terhadap adat dan budaya, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal. Ini bukan hanya isu Bali, tetapi juga isu global,” tambahnya.

Dalam konteks ini, sertifikasi pariwisata berkelanjutan menjadi instrumen penting untuk menjamin komitmen pelaku usaha terhadap standar keberlanjutan. Sertifikasi tersebut kini semakin diakui oleh agen perjalanan daring dan menjadi syarat utama bagi operator tur di Eropa dan Amerika Serikat.

“Control Union Indonesia percaya bahwa keberlanjutan bukan hanya untuk hotel berbintang. Dengan meningkatnya permintaan terhadap akomodasi seperti villa, glamping, dan lodge, penting bagi jenis penginapan ini untuk menunjukkan kredibilitas mereka dalam menerapkan praktik berkelanjutan,” ujar Rifki.

Ketua BVA, Putu Gede Hendrawan, menyampaikan harapannya agar talk show ini dapat memberikan wawasan baru bagi para pengelola villa dan pelaku industri pariwisata lainnya. “Pasar pariwisata telah berubah. Wisatawan kini lebih selektif dan mencari akomodasi yang tidak hanya nyaman, tetapi juga aman dan bertanggung jawab. Sertifikasi menjadi alat penting untuk meningkatkan daya saing dan kepercayaan wisatawan,” ungkap Hendrawan.

Ia juga menyoroti pentingnya sertifikasi dalam konteks regulasi pemerintah. Dengan meningkatnya klasifikasi risiko villa dari rendah menjadi menengah-tinggi, proses sertifikasi kini menjadi bagian tak terpisahkan dari perizinan melalui sistem OSS (Online Single Submission). “Tanpa sertifikasi, pengajuan OSS tidak akan diproses. Ini menunjukkan bahwa sertifikasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan,” tegasnya.

Talk show ini juga membahas berbagai tantangan yang dihadapi Bali, seperti banjir, overtourism, dan degradasi lingkungan. Para pembicara sepakat bahwa solusi jangka panjang hanya bisa dicapai melalui kolaborasi lintas sektor dan komitmen bersama untuk menerapkan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan.

Dengan semangat transformasi ini, BVA mendorong seluruh anggotanya untuk segera mempersiapkan proses sertifikasi dan meningkatkan standar pengelolaan akomodasi mereka. “Kami percaya bahwa dengan langkah konkret ini, Bali dapat mempertahankan posisinya sebagai destinasi wisata unggulan dunia yang tidak hanya indah, tetapi juga bertanggung jawab dan berkelanjutan,” tutup Hendrawan.

BVA merupakan asosiasi yang menaungi para pemilik dan pengelola villa di Bali, dengan misi untuk meningkatkan kualitas layanan, keamanan, dan keberlanjutan dalam industri akomodasi alternatif. Sementara, Control Union Indonesia adalah bagian dari jaringan global Control Union, yang menyediakan layanan sertifikasi, inspeksi, dan audit dengan standar internasional, termasuk dalam bidang keberlanjutan dan pariwisata ramah lingkungan.(blt)


Posting Komentar untuk "Bali Villa Association dan Control Union Dorong Sertifikasi Pariwisata Berkelanjutan Hadapi Perubahan Tren Wisata Global"