Transformasi Bandara I Gusti Ngurah Rai, Berbenah Demi Kenyamanan Penumpang dan Siap Bersaing di Tingkat Global
Buletindewata.id, Badung - Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali bukan hanya sekadar pintu masuk bagi wisatawan, tetapi juga simbol kemajuan infrastruktur transportasi udara Indonesia. Sepanjang tahun 2025, bandara ini berhasil melayani 24,1 juta penumpang, sebuah angka yang mencerminkan tingginya minat wisatawan domestik maupun mancanegara untuk berkunjung ke Pulau Dewata. Dengan trafik sebesar itu, Bandara Ngurah Rai menempati posisi sebagai salah satu bandara tersibuk di Indonesia, sekaligus menjadi pusat perhatian dunia dalam hal pelayanan dan kenyamanan penumpang.
Sebagai pengelola, PT Angkasa Pura Indonesia menyadari bahwa tingginya jumlah penumpang harus diimbangi dengan kualitas layanan yang prima. Oleh karena itu, berbagai langkah strategis dilakukan untuk meningkatkan fasilitas, mempercantik estetika terminal, serta menambah sarana pendukung yang relevan dengan kebutuhan penumpang modern. Upaya ini bukan hanya sekadar pembenahan fisik, melainkan juga bagian dari strategi jangka panjang untuk menjadikan Bandara Ngurah Rai sebagai bandara kelas dunia yang mampu bersaing di tingkat global.
Revitalisasi terminal dilakukan secara menyeluruh. Mulai dari tata ruang yang lebih tertata, desain interior yang modern, hingga penambahan fasilitas yang menunjang kenyamanan penumpang. Beberapa fasilitas baru yang sudah bisa dinikmati antara lain Hand baggage trolley untuk memudahkan mobilitas penumpang, Baby stroller yang ramah keluarga, kursi tambahan dengan stasiun pengisian daya agar penumpang tetap produktif, kios check-in mandiri yang mempercepat proses keberangkatan, hingga bandwidth Wi-Fi yang ditingkatkan demi konektivitas tanpa hambatan.Langkah ini menunjukkan bahwa Bandara Ngurah Rai tidak hanya fokus pada jumlah penumpang, tetapi juga pada kualitas pengalaman perjalanan.
General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati, menegaskan bahwa peningkatan layanan merupakan komitmen berkelanjutan. Salah satu inovasi penting adalah penggunaan signage multibahasa di terminal domestik dan internasional. Kini, informasi penunjuk arah tersedia dalam empat bahasa:“Dengan tingginya trafik penumpang, kami terus berupaya memastikan layanan bandara tetap optimal. Salah satunya, signage di terminal domestik dan internasional kini menggunakan empat bahasa: Indonesia, Inggris, Mandarin, dan Arab,” terangnya. Hal ini menurutnya menjadi bukti nyata bahwa Bandara Ngurah Rai siap melayani penumpang dari berbagai latar belakang budaya dan bahasa, sekaligus memperkuat citra Bali sebagai destinasi wisata internasional.
Tidak hanya berbenah untuk kebutuhan internal, Bandara Ngurah Rai juga menargetkan pencapaian di ajang bergengsi World Airport Awards yang diselenggarakan oleh Skytrax. Saat ini, bandara ini berada di peringkat 72 dari 171 bandara dunia. Dengan berbagai pembenahan yang dilakukan, diharapkan peringkat tersebut dapat meningkat signifikan.
Skytrax sendiri dikenal sebagai lembaga independen yang menilai kualitas bandara berdasarkan survei kepuasan pelanggan. Penilaian mencakup lebih dari 330 indikator, mulai dari tata letak terminal, kebersihan, kenyamanan, fasilitas, hingga kualitas layanan petugas. Keikutsertaan Bandara Ngurah Rai dalam ajang ini menjadi momentum penting untuk mengukur standar layanan sekaligus memperkuat posisi di tingkat global.
“Keikutsertaan dalam penilaian Skytrax menjadi momentum untuk mengukur kualitas layanan kami yang dinilai langsung oleh pengguna jasa. Kami berharap dapat meningkatkan peringkat tersebut pada tahun ini ”imbuhnya.
Untuk mendukung proses penilaian, Bandara Ngurah Rai mengajak seluruh pengguna jasa untuk berpartisipasi dalam survei kepuasan Skytrax. Partisipasi masyarakat sangat penting karena hasil survei akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan. Nugroho Jati menekankan bahwa dukungan penumpang akan membantu bandara memahami kebutuhan yang terus berkembang, sehingga pembenahan yang dilakukan benar-benar relevan dan tepat sasaran.
Sebagai gerbang utama pariwisata Bali, Bandara Ngurah Rai memiliki peran strategis dalam mendukung industri pariwisata. Bali dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia dengan keindahan alam, budaya, dan keramahan masyarakatnya. Oleh karena itu, bandara harus mampu mencerminkan citra positif tersebut melalui layanan yang ramah, fasilitas modern, dan kenyamanan maksimal.
Dengan meningkatnya jumlah wisatawan, keberadaan bandara yang representatif menjadi faktor penentu dalam menciptakan pengalaman perjalanan yang menyenangkan. Wisatawan yang merasa nyaman sejak tiba di bandara akan membawa kesan positif yang mendukung citra Bali sebagai destinasi unggulan.
Transformasi Bandara Ngurah Rai tidak berhenti pada pembenahan fasilitas fisik. Strategi jangka panjang mencakup digitalisasi layanan untuk mempercepat proses check-in, boarding, dan informasi penerbangan, peningkatan keamanan dengan teknologi terbaru, pengembangan area komersial yang menghadirkan pengalaman belanja dan kuliner khas Bali, hingga sustainability program untuk mendukung konsep bandara ramah lingkungan.
Dengan strategi ini, Bandara Ngurah Rai diharapkan mampu bersaing dengan bandara internasional lain seperti Changi Airport di Singapura atau Incheon Airport di Korea Selatan.
Meski berbagai pembenahan telah dilakukan, tantangan tetap ada. Tingginya trafik penumpang menuntut manajemen bandara untuk terus berinovasi. Selain itu, persaingan antarbandara di tingkat global semakin ketat. Namun, dengan komitmen kuat dari PT Angkasa Pura Indonesia dan dukungan masyarakat, Bandara Ngurah Rai optimis dapat meningkatkan peringkat di World Airport Awards serta memperkuat posisinya sebagai bandara kelas dunia.(blt)

Posting Komentar untuk "Transformasi Bandara I Gusti Ngurah Rai, Berbenah Demi Kenyamanan Penumpang dan Siap Bersaing di Tingkat Global"