Bupati Badung Dorong Pelaku HOREKA Gunakan Dana CSR untuk Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber, Wujudkan Pariwisata Bersih dan Berkelanjutan
Buletindewata.id, Badung - Pemerintah Kabupaten Badung kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga citra pariwisata yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Dalam acara Koordinasi dan Evaluasi Percepatan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Sektor Pariwisata yang berlangsung di Balai Budaya Giri Nata Mandala Puspem Badung, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyerukan kepada seluruh pelaku usaha hotel, restoran, dan kafe (HOREKA) agar memanfaatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mendukung pengadaan sarana pengelolaan sampah.
Bupati Adi Arnawa menekankan bahwa sektor HOREKA merupakan kekuatan sekaligus tantangan terbesar bagi Kabupaten Badung. Berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan pada 15 Maret hingga 5 Mei 2026, jumlah unit usaha HOREKA di Badung mencapai 33.739 unit. Namun, kinerja pemilahan sampah di sektor ini baru mencapai 52,7%, dengan hanya 23% yang mengolah sampah organik secara mandiri. Sementara itu, kepemilikan sarana pengolahan organik rata-rata baru 26,7%.
“Angka ini menunjukkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama. Oleh karena itu, saya menegaskan kewajiban bagi seluruh pelaku usaha HOREKA untuk melakukan pemilahan sampah dari sumber, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai secara nyata, serta memiliki sistem pengelolaan sampah yang jelas dan terverifikasi,” ujar Bupati Adi Arnawa.
Dalam sambutannya, Bupati Badung mendorong agar dana CSR yang dimiliki oleh pelaku usaha HOREKA digunakan untuk mendukung pembelian sarana dan alat pengelolaan sampah. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian target pengelolaan sampah berbasis sumber, sekaligus memperkuat citra pariwisata Badung sebagai destinasi yang ramah lingkungan.
“Perlu saya sampaikan, Pemerintah Kabupaten Badung akan meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum. Sanksi akan diberikan kepada pelaku usaha yang tidak patuh. Selain melaksanakan sosialisasi dan edukasi, kami juga telah melakukan pengawasan terhadap pengelolaan sampah di sektor HOREKA dengan pendampingan dari Kementerian Lingkungan Hidup. Melalui koordinasi dan evaluasi hari ini, kami berharap lahir komitmen nyata serta langkah-langkah konkret yang dapat langsung diimplementasikan oleh seluruh pelaku usaha di sektor pariwisata,” tegasnya.
Kegiatan yang diikuti oleh ratusan pelaku usaha HOREKA dan dihadiri jajaran Forkopimda ini juga diisi dengan penyerahan penghargaan kepada pelaku usaha yang dinilai berkontribusi nyata dalam pengelolaan sampah. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus motivasi agar semakin banyak pelaku usaha yang terlibat aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Kabupaten Badung, sebagai pusat pariwisata Bali, menyadari bahwa keberlanjutan lingkungan adalah kunci utama dalam mempertahankan daya tarik wisata. Dengan jumlah kunjungan wisatawan yang terus meningkat, tantangan pengelolaan sampah menjadi semakin kompleks. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat sangat diperlukan.
Melalui kebijakan ini, Pemerintah Kabupaten Badung berharap dapat menciptakan ekosistem pariwisata yang tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian alam dan budaya Bali. Dana CSR yang dialokasikan untuk pengelolaan sampah akan menjadi investasi jangka panjang bagi keberlanjutan pariwisata di Badung.
Beberapa langkah strategis yang akan dilakukan Pemerintah Kabupaten Badung antara lain meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada pelaku usaha HOREKA mengenai pentingnya pengelolaan sampah berbasis sumber, memperkuat regulasi dan penegakan hukum dengan memberikan sanksi tegas bagi pelaku usaha yang tidak patuh, mendorong inovasi teknologi pengelolaan sampah melalui pemanfaatan dana CSR, memberikan penghargaan dan insentif bagi pelaku usaha yang berhasil menerapkan sistem pengelolaan sampah secara efektif, serta mengembangkan kolaborasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk memperkuat pendampingan dan pengawasan.
Dengan adanya komitmen bersama ini, Kabupaten Badung berharap dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengelola sampah berbasis sumber. Pariwisata yang bersih dan berkelanjutan bukan hanya menjadi slogan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata.
“Badung tidak hanya ingin dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia, tetapi juga sebagai daerah yang mampu menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Dengan dukungan seluruh pelaku usaha HOREKA, saya yakin kita bisa mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan dan ramah lingkungan,” tutup Bupati Adi Arnawa.(blt)



Posting Komentar untuk "Bupati Badung Dorong Pelaku HOREKA Gunakan Dana CSR untuk Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber, Wujudkan Pariwisata Bersih dan Berkelanjutan"