Politekpar Bali Gelar InHEIC ke-6 Tahun 2026, Dorong Inovasi, Kewirausahaan, dan Keberlanjutan di Era Multi-Generasi
Buletindewata.id, Denpasar - Program Studi Pengelolaan Perhotelan Politeknik Pariwisata Bali kembali menorehkan prestasi akademik dan kontribusi nyata bagi dunia pariwisata internasional dengan menyelenggarakan The 6th International Hospitality Entrepreneurship and Innovation Conference 2026 (The 6th InHEIC 2026). Konferensi bergengsi ini berlangsung pada Jumat, 8 Mei 2026, dengan format hybrid yang menggabungkan pertemuan daring melalui Zoom Meeting dan YouTube Live Streaming serta pertemuan luring di Gedung MICE Widyatula Politeknik Pariwisata Bali.
Mengusung tema besar “Reimagining Hospitality for a Multi-Generational World Through Innovation and Entrepreneurship Toward Sustainability”, konferensi ini menjadi wadah strategis untuk menjawab tantangan industri pariwisata dan hospitality yang semakin kompleks akibat keberagaman generasi wisatawan. Kehadiran wisatawan dari generasi Baby Boomers, Gen X, Millennials, hingga Gen Z dan Alpha, menuntut sektor pariwisata untuk lebih adaptif, inovatif, dan responsif dalam memberikan layanan yang sesuai dengan karakteristik dan preferensi masing-masing generasi.
Direktur Politeknik Pariwisata Bali, Dr. Drs. Ida Bagus Putu Puja, M.Kes, dalam sambutannya menegaskan bahwa konferensi ini bukan sekadar kegiatan akademik, melainkan sebuah platform internasional untuk menciptakan solusi kreatif dan adaptif bagi industri pariwisata.
"Melalui The 6th InHEIC 2026, kami berharap tercipta ruang bermakna bagi akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan untuk bertukar gagasan serta menjawab tantangan industri hospitality yang semakin dipengaruhi oleh keberagaman generasi. Dengan inovasi, kewirausahaan, dan keberlanjutan, kami mendorong terciptanya industri pariwisata yang lebih adaptif dan siap menghadapi masa depan," ujarnya.
Konferensi ini juga mendapat dukungan penuh dari berbagai institusi pendidikan pariwisata terkemuka, seperti University of Phayao (Thailand), Woosong University (Korea Selatan), Politeknik Pariwisata NHI Bandung, Politeknik Pariwisata Medan, Politeknik Pariwisata Makassar, Politeknik Pariwisata Palembang, dan Politeknik Pariwisata Lombok.
Acara dibuka secara resmi oleh Ir. Martini Mohamad Paham, MBA, Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi lintas generasi dalam membangun pariwisata berkelanjutan yang mampu bersaing di tingkat global.
The 6th InHEIC 2026 berhasil menarik perhatian luas dengan diikuti oleh 400 peserta daring dari berbagai negara serta 150 peserta luring yang hadir langsung di Bali. Kehadiran ratusan peserta ini menunjukkan tingginya antusiasme akademisi, praktisi, mahasiswa, dan pemangku kepentingan industri pariwisata terhadap isu multi-generasi dan keberlanjutan.
Konferensi internasional ini terbagi menjadi tiga kegiatan utama yakni keynote Session menghadirkan lima pembicara utama menghadirkan perspektif mendalam mengenai isu multi-generasi dalam sektor hospitality yaitu Ir. Martini Mohamad Paham, MBA., Prof. Dr. Irene Hanna H. Sihombing, SE., MM, CHE., Eddy Krismeidi Soemawilaga, S.T., M.T., Robby Saputra, M.T.I., CPEC., dan Melida Weber. Mereka menyoroti bagaimana perbedaan karakteristik antar generasi berdampak signifikan terhadap strategi pemasaran, pelayanan, dan pengembangan destinasi wisata.
Panelist Session menghadirkan enam panelis dari akademisi dan praktisi industri berbagi pandangan melalui diskusi interaktif, yaitu Doris Schwarzl, MA (Director of Sales and Marketing The Ritz-Carlton Bali), Dr. Piyaphong Supanyo (University of Phayao), Arlini Wibowo (Founder Pison Group), Ony Avrianto Jamhari (Woosong University), Desak Made Intan Sari (The Apurva Kempinski Bali), Luh Putu Kartini, S.ST.Par., M.Tr.Par. (Bali Tourism Polytechnic). Diskusi ini dipandu oleh Ni Wayan Ikamahayani, S.S., yang berhasil menciptakan suasana dialog produktif dan inspiratif.
Parallel Session diikuti peserta dari berbagai negara mempresentasikan hasil penelitian mereka sesuai topik yang telah ditentukan. Sesi ini menjadi ajang pertukaran pengetahuan akademik dan praktik terbaik di bidang hospitality.
Sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi akademik, panitia konferensi memberikan penghargaan Best Paper dan Best Presenter. Penghargaan ini diharapkan mampu memotivasi para peneliti dan mahasiswa untuk terus menghasilkan karya ilmiah berkualitas yang relevan dengan kebutuhan industri pariwisata global.(blt)

Posting Komentar untuk "Politekpar Bali Gelar InHEIC ke-6 Tahun 2026, Dorong Inovasi, Kewirausahaan, dan Keberlanjutan di Era Multi-Generasi"