14 Tahun IWO, 1 Tahun IWO Bali,Refleksi, Regenerasi, dan Semangat Pers Merdeka
Buletindewata.id, Denpasar - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Wartawan Online (IWO) ke-14 yang berlangsung pada 8 Agustus 2026 juga merupakan HUT pertama IWO Bali bukan hanya sebuah ritus. Di balik acara yang sederhana namun hangat ini, terkandung kisah mengenai perjalanan, kebersamaan, dan semangat regenerasi yang terus berlanjut di dalam organisasi wartawan online ini.
Suasana syukuran terasa akrab. Pengurus wilayah, pengurus daerah, anggota, hingga tim hukum hadir dengan senyuman di wajah mereka. Tidak ada jarak antara pengurus dan anggota; semua duduk bersama, berbagi pandangan, kritik, dan harapan. Seperti sebuah keluarga besar, mereka saling mengingatkan bahwa organisasi ini dibentuk bukan oleh satu atau dua individu, tetapi oleh kekompakan dan rasa memiliki dari semua anggota.
Ketua PW IWO Bali, Tri Widiyanti, memberikan refleksi yang menyentuh. Ia mengajak setiap anggota untuk merenungkan: seberapa jauh mereka telah berkontribusi untuk organisasi. “Harapannya kembali ke diri masing-masing, apa yang sudah kita berikan untuk IWO? Saya juga terbuka terhadap kritik dan saran,” katanya dengan tulus. Baginya, kepemimpinan bukanlah suatu pola yang kaku, melainkan ruang terbuka di mana semua orang dapat berpartisipasi, memberikan ide, dan membangun organisasi bersama-sama.
Sementara itu, Made Ngakan Putra, Sekretaris PD IWO Denpasar, menekankan pentingnya konsolidasi internal. Rencana kerja yang telah dibuat perlu dilaksanakan dengan solidaritas agar tidak hanya tetap tertulis. Di sisi lain, Ketua PD IWO Badung, Rovinus Bou, menilai PW IWO Bali telah bekerja keras mengenalkan organisasi dalam setahun terakhir. Ia berharap kekuatan antar-PD dan PW tetap terjaga, karena setiap pertemuan selalu menghasilkan ide-ide baru yang dapat memperkuat organisasi.
Pendamping hukum IWO Bali, Endang Hastuty Bunga, memberikan nuansa humanis pada perayaan ini. Ia menyebut keterlibatannya dalam tim hukum adalah suatu kehormatan. Selain itu, ia mendorong anggota untuk percaya diri mengusung nama IWO, karena organisasi ini memiliki identitas yang kuat sebagai wadah profesi wartawan online. “Semoga di ulang tahun pertama ini kita semakin solid, jaya, dan ke depan IWO semakin maju,” ujar dia dengan penuh semangat.
Kebersamaan yang terjalin selama setahun terakhir membuat IWO Bali terasa seperti rumah. Para anggota menyadari bahwa perjuangan membangun organisasi ini adalah usaha bersama. Divisi Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan, Zakarias Herianto Ngari, menekankan bahwa IWO Bali harus terus berkembang ke depan, apa pun acara yang diselenggarakan dan di mana pun itu dilakukan.
Selain melakukan refleksi, muncul ide penting untuk menambah kapasitas dan profesionalisme wartawan anggota IWO Bali. Salah satunya adalah mendorong pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan membuka peluang kerja sama serta sponsorship untuk mendukung program organisasi. Langkah ini dianggap vital agar IWO Bali tidak hanya kuat secara struktural, tetapi juga dapat meningkatkan kualitas dan kompetensi anggotanya.
Momentum HUT IWO ke-14 dan HUT pertama IWO Bali akhirnya menjadi ajang untuk menyatukan kembali semangat semua jajaran. Refleksi tidak hanya ditujukan pada pencapaian, tetapi juga pada hal-hal yang perlu diperbaiki. Dengan semangat “Pers Merdeka, Demokrasi Bermartabat”, IWO Bali berkomitmen untuk melanjutkan perjalanan organisasi dengan memperkuat solidaritas, meningkatkan profesionalisme, membuka ruang regenerasi, serta memperluas kolaborasi.
Bagi IWO Bali, pertambahan usia bukan sekadar angka. Ini adalah peluang untuk kembali merenung: sejauh mana organisasi telah ada, apa yang telah diberikan oleh setiap anggota, dan apa yang dapat dilakukan bersama untuk menguatkan IWO Bali menuju masa depan.(blt)

Posting Komentar untuk "14 Tahun IWO, 1 Tahun IWO Bali,Refleksi, Regenerasi, dan Semangat Pers Merdeka"