Gelato World Cup hingga Kopi Luwak Ramaikan Bali Interfood 2026 di BNDCC Nusa Dua
Buletindewara.id, Badung - Sejumlah pelaku di sektor makanan dan minuman memperlihatkan produk mereka dalam pameran bergengsi tingkat internasional, Bali Interfood 2026. Pada hari pembukaan, Rabu (2/9), di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), banyak pengunjung mengunjungi booth makanan dan minuman serta peralatan untuk hotel, restoran, dan kafe (Horeka). Peserta pameran Bali Interfood sering kali ikut berulang kali dalam acara ini yang mempertemukan pengusaha dengan mitra atau pelanggan. Seperti yang diungkapkan oleh seorang pengusaha kopi dari Desa Kayumas, Jawa Timur, Didik Suryadi yang bertemu saat pembukaan Bali Interfood 2026 pada Rabu (2/9) di Nusa Dua, Badung.
Ia menyampaikan bahwa kopi yang ditampilkan berasal dari Kelompok Tani Sejahtera Desa Kayumas, Jawa Timur. Kopi dari desa tersebut telah meraih juara 1 di Festival Kopi Indonesia dan juara dunia untuk kopi luwak. "Saya secara rutin berpartisipasi dalam pameran Bali Interfood. Tahun lalu juga turut serta, kali ini saya kembali karena mendapatkan pelanggan dari pameran ini. Bahkan, banyak kerjasama yang terjalin dengan coffee shop sejak mengikuti pameran di Bali Interfood," ujarnya.
Tak hanya pengusaha kopi, pemilik usaha sambal juga menarik perhatian banyak pengunjung di Bali Interfood 2026. Penjaga booth sambal mengakui bahwa banyak pengunjung yang penasaran dengan berbagai rasa sambal, seperti sambal cumi, ikan roa, ikan cakalang, sambal matah, dan lain-lain. Pada Bali Interfood 2025 sebelumnya, sambal ikan roa menjadi varian yang paling populer. Di Bali Interfood 2026, pengunjung booth sambal kembali menunjukkan ketertarikan pada sambal ikan roa. Booth Ma Ira Abon Singaraja, yang menjual abon ayam dan abon ikan, juga mendapatkan perhatian dari pengunjung.
Bali Interfood 2026 saat ini telah memasuki penyelenggaraan ke-7, berlangsung pada tanggal 2–4 September 2026. Pameran internasional yang diselenggarakan oleh Krista Exhibitions Group ini menyatukan pelaku industri makanan dan minuman (F&B), perhotelan, produk roti, kopi, minuman beralkohol, hingga teknologi dan solusi bisnis dalam satu ekosistem.
Bali Interfood 2026 menjadi titik pertemuan yang penting bagi produsen, distributor, importir, pembeli, pelaku Horeka, pengecer, serta pemilik restoran dan kafe, hingga investor. Selain pameran, sesi pencocokan bisnis, sesi networking, dan program edukasi membuka pintu untuk kolaborasi dan transaksi baru. Diikuti oleh 110 peserta dari delapan negara, termasuk 35 UMKM, Bali Interfood 2026 menghadirkan inovasi produk, teknologi, dan solusi terbaru untuk sektor F&B dan perhotelan, dengan target 15.000 pengunjung selama tiga hari.
CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim, menyatakan bahwa Bali memiliki posisi strategis dalam perkembangan sektor F&B nasional. Pertumbuhan di bidang pariwisata, hotel, restoran, kafe, serta bisnis kuliner di Bali terus meningkatkan kebutuhan akan produk, bahan baku, peralatan, teknologi, dan solusi industri yang semakin bervariasi.
“Bali bukan hanya sekadar tujuan wisata, tetapi juga salah satu pusat pertumbuhan bagi bisnis perhotelan dan kuliner di Indonesia. Oleh karena itu, kami menghadirkan Bali Interfood sebagai platform yang menghubungkan kebutuhan industri dengan inovasi dan peluang bisnis, serta membuka kesempatan yang lebih besar bagi pelaku usaha lokal dan UMKM untuk berkembang serta terhubung dengan pasar yang lebih luas,” ucapnya di sela-sela pembukaan Bali Interfood 2026.
Dikatakan Daud, sebelumnya, Bali Interfood merupakan acara yang berlangsung setiap dua tahun. Namun, karena tingginya minat pengunjung dan para pelaku bisnis di sektor F&B, sejak tahun 2025, pameran Bali Interfood diadakan setiap tahun. "Menyadari kebutuhan industri, kami memutuskan untuk melaksanakan acara ini setiap tahun mulai 2025 yang sebelumnya diadakan setiap dua tahun sekali. Tahun 2027 juga akan lebih meriah dan dilaksanakan pada bulan September. Untuk tahun 2026, puncak acara Interfood akan berlangsung dari 4 sampai 7 November 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) Pantai Indah Kapuk (PIK) 2. Interfood berperan sebagai indikator utama pameran industri makanan dan minuman di Indonesia," jelasnya.
Ia menambahkan, ada yang istimewa pada Bali Interfood 2026, yaitu kompetisi pembuatan gelato tingkat Asia Pasifik. Peserta diwajibkan menciptakan gelato dengan bahan utama yang berasal dari negaranya. Misalnya, peserta dari Indonesia harus menggunakan bahan baku buah yang khas dari Indonesia. Pemenang kompetisi ini akan mewakili Asia Pasifik di Italia pada Januari 2027. Pengunjung dapat menyaksikan kompetisi ini sekaligus mengikuti berbagai workshop yang menampilkan teknik dan kreativitas dari para ahli gelato. Program-program tersebut termasuk Gelato Workshop Coconut Mango Dessert, Mixologist Workshop Morello Cherry Gelato, Gelato Competition, Gelato Workshop Sorbet Lollies, serta Mixologist Workshop Blood Orange Sorbet.
"Kami menjadi tuan rumah di Bali Interfood untuk menyeleksi Asia Individual Gelatory Competition atau Gelato World Cup Indonesian Selection untuk individu. Setiap peserta akan menjelaskan penggunaan bahan bakunya," tuturnya.
Pada tahun ini, Bali Interfood diadakan bersamaan dengan Bali Hotel & Tourism, Bali Coffee Expo, Bali Wine & Spirit, serta Bakery Indonesia Expo 2026. Kerja sama ini menciptakan ekosistem yang lebih luas, mencakup bahan baku, produk makanan dan minuman, bakery dan pastry, kopi, wine & spirit, alat pengolahan, horeca, jasa boga, hingga teknologi dan solusi pengemasan.
Pengunjung tidak hanya dapat mencari produk yang sesuai dengan kebutuhan bisnis, tetapi juga melihat bagaimana berbagai sektor dalam industri F&B dan perhotelan saling terhubung. “Kami menawarkan bukan hanya produk, tetapi juga kesempatan untuk berjumpa dengan berbagai orang di balik industri ini seperti pembeli, pemasok, koki, pengadaan, distributor, asosiasi, dan para profesional hospitality,” tambahnya.
Selain gelato, pengunjung juga dapat menikmati berbagai sesi kuliner dan minuman yang menampilkan koki serta profesional industri. Program-program ini mencakup Cinnamon Roll bersama Chef Fajri Winarno, Dimsum Keju Lumer & Ghyong Chilli Oil bersama Chef Lucky R Katili, Bali Beans Manual Brew Class bersama Barista I Made Galih Kresnadana, serta demonstrasi Mie Goreng Lada Hitam & Kwetiau Goreng Olive Vegetable bersama Chef Ugay.
Bali Interfood 2026 memberikan pengalaman eksplorasi rasa yang mempertemukan wine dengan beragam karakter cita rasa melalui serangkaian Wine Pairings. Sementara itu, IPBI Competition Area menyelenggarakan berbagai kompetisi dan workshop, seperti Fruit Carving Competition, Table Setting Into the Sea Competition, dan Flower Table Decoration Workshop. Isu keberlanjutan juga menjadi bagian dari agenda edukasi melalui diskusi panel “Rethinking Food Waste: How Hospitality Can Do It Better” yang disampaikan oleh Business & Community Manager Bali Restaurant Café Association (BRCA).
Bali Interfood 2026 juga memperkuat aspek bisnis melalui Business Matching Room, yang secara khusus mempertemukan pelaku industri Horeka (Hotel, Restaurant, Café, dan Bakery) dengan para pemasok dan peserta pameran. Program ini menciptakan kesempatan untuk pertemuan langsung antara perwakilan purchasing dan procurement dengan para pemasok yang menyediakan bahan baku, produk, peralatan, teknologi, serta berbagai solusi untuk kebutuhan operasional perusahaan. Bagi para pelaku usaha, pertemuan ini menjadi peluang untuk menemukan sumber produk baru, membandingkan berbagai solusi, menjalin hubungan dengan pemasok, serta mengeksplorasi potensi kerja sama yang bisa dilanjutkan setelah pameran.
Bali Interfood 2026 juga berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui Krista Training Center by IKABOGA, yang menghadirkan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk bidang Chef de Partie, Demi Chef, Baker, Commis Pastry, serta RCC (Perpanjangan Masa Berlaku Sertifikat). Serangkaian program ini menunjukkan bahwa pengembangan industri F&B tidak hanya memerlukan inovasi dalam produk dan teknologi, tetapi juga peningkatan keterampilan tenaga profesional dan kesadaran akan tantangan industri yang semakin berkembang.
Kerjasama ini memperkuat posisi Bali Interfood sebagai wadah interaksi bagi berbagai kepentingan dalam industri F&B dan hospitality. Dari produsen dan distributor hingga hotel, restoran, kafe, bakery, pembeli, investor, profesional kuliner, dan penyedia teknologi, semuanya berkumpul dalam satu ekosistem. Dengan dibukanya pameran Bali Interfood 2026, tercipta tiga hari kesempatan bagi pelaku industri untuk melihat inovasi, menemukan produk, menjalin koneksi, meningkatkan keterampilan, dan menciptakan peluang bisnis baru.(blt)






Posting Komentar untuk "Gelato World Cup hingga Kopi Luwak Ramaikan Bali Interfood 2026 di BNDCC Nusa Dua"