Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

KUR BRI Dorong Ni Nengah Kartini Bangun Rumpun Bambu Bangli hingga Tembus Hotel dan Vila

KUR BRI Dorong Ni Nengah Kartini Bangun Rumpun Bambu Bangli hingga Tembus Hotel dan Vila


Buletindewata.id, Bangli – Di tengah derasnya arus modernisasi, sosok Ni Nengah Kartini, seorang perajin bambu asal Banjar Dinas Mampeh, Jl. Veteran, Kayubihi, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, menjadi bukti nyata bahwa kearifan lokal mampu bertahan sekaligus berkembang. Melalui usaha Rumpun Bambu Bangli, Kartini berhasil mengubah keterampilan tradisional menjadi bisnis berdaya saing tinggi yang kini melibatkan lebih dari 30 tenaga kerja dan melayani pesanan dekorasi untuk vila hingga hotel di Bali.  

Kartini mengenal keterampilan menganyam sejak kecil, diwariskan langsung dari kakek dan neneknya. Keterbatasan ekonomi membuat pendidikan formalnya terhenti di bangku sekolah dasar. Namun, semangat pantang menyerah membuatnya terus mengasah keterampilan menganyam hingga menjadi sumber penghasilan keluarga. Dari usaha kecil berbasis rumah tangga, kini Rumpun Bambu tumbuh menjadi salah satu UMKM unggulan Bangli.  

Perjalanan usaha tidak selalu mulus. Saat pandemi Covid-19 melanda, pesanan dari hotel dan vila menurun drastis. Kartini memilih bertahan dengan memproduksi barang kebutuhan rumah tangga seperti bakul nasi dan tempat bumbu yang bisa langsung dijual ke konsumen lokal. Strategi ini terbukti efektif menjaga keberlangsungan usaha di masa sulit.  

KUR BRI Dorong Ni Nengah Kartini Bangun Rumpun Bambu Bangli hingga Tembus Hotel dan Vila


Kartini menuturkan, usaha kerajinan bambu yang diberi nama Astungkara tetap berjalan dengan produksi sekitar 100 buah per minggu, disesuaikan dengan permintaan bulanan. Bahan baku bambu diperoleh secara lokal dari berbagai daerah di Bali. Menurutnya, bambu harus distok dalam keadaan kering karena produksi tidak bisa menggunakan bambu mentah. Pada musim panas, bambu dikeringkan terlebih dahulu sebelum masuk proses oven agar kualitas tetap terjaga.  

Usaha ini tidak hanya menguntungkan Kartini, tetapi juga memberdayakan masyarakat sekitar. Dari awalnya hanya melibatkan enam anggota keluarga, kini sekitar 30 orang tenaga kerja ikut terlibat dalam pengerjaan produk tiga dimensi. Kartini bahkan mengajak pemuda setempat untuk belajar menganyam agar tidak perlu mencari pekerjaan ke luar daerah. “Semangat kerja para pemuda dan warga setempat terus didorong agar tidak perlu merasa putus asa mencari pekerjaan ke luar daerah,” ujarnya.  

KUR BRI Dorong Ni Nengah Kartini Bangun Rumpun Bambu Bangli hingga Tembus Hotel dan Vila

Produk yang paling diminati saat ini adalah anyaman bedeg tiga dimensi berukuran 1 x 2 meter serta dekorasi bernama Astra. Dalam sembilan bulan, produksi anyaman tiga dimensi mencapai sekitar 1.500 lembar. Permintaan datang dari vila, hotel, restoran, hingga arsitek ternama. Bahkan, ada pesanan mencapai 100 lembar per minggu dari satu usaha.  

Ide desain Astra dan 3 dimensi bermula dari permintaan seorang tamu yang memberikan sketsa sederhana di selembar kertas. Kartini mempelajari cara pembuatannya dengan tekun hingga berhasil memproduksi anyaman tersebut secara khusus untuk seorang arsitek. Dari pesanan kecil itu, peluang besar terbuka dan jaringan arsitek mulai memesan produk Rumpun Bambu.  

KUR BRI Dorong Ni Nengah Kartini Bangun Rumpun Bambu Bangli hingga Tembus Hotel dan Vila

Untuk menjaga ciri khas, Kartini mendaftarkan hak cipta atas sejumlah desain yang dikembangkan sendiri, termasuk produk abstrak dan anyaman tiga dimensi. Langkah ini penting agar karya Rumpun Bambu memiliki identitas kuat dan tidak mudah ditiru.  

Ketika pesanan berjalan lancar, omzet usaha Kartini bisa mencapai lebih dari Rp15 juta per bulan. Nilai aset produknya juga berkembang dari modal awal Rp5 juta menjadi lebih dari Rp15 juta. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa kerajinan tradisional mampu menjadi sumber ekonomi yang berkelanjutan.  

KUR BRI Dorong Ni Nengah Kartini Bangun Rumpun Bambu Bangli hingga Tembus Hotel dan Vila


Kesuksesan Rumpun Bambu tidak lepas dari dukungan perbankan. Kartini mendapatkan pembiayaan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI. Pinjaman awal sebesar Rp5 juta digunakan untuk menambah modal usaha. Ia mengaku sangat terbantu dengan pelayanan ramah, ketepatan waktu pembayaran, serta fasilitas transaksi digital seperti QRIS.  “Harapan ke depannya agar dukungan permodalan dari bank dapat terus mendampingi pengembangan usaha kerajinan ini,” ungkap Kartini.  

KUR BRI Dorong Ni Nengah Kartini Bangun Rumpun Bambu Bangli hingga Tembus Hotel dan Vila


Regional CEO BRI Region 17 Denpasar, Hery Noercahya, menegaskan bahwa pembiayaan harus mengikuti pertumbuhan kapasitas usaha. Menurutnya, kenaikan kelas nasabah tidak hanya dilihat dari tambahan modal, tetapi juga dari kemampuan pelaku usaha mengembangkan kapasitas bisnis. BRI mendorong agar UMKM yang berkembang dapat memperoleh akses pembiayaan sesuai kebutuhan sehingga ekspansi usaha lebih terukur.  

Kini, Kartini mulai memikirkan regenerasi perajin. Anak-anak muda yang baru lulus sekolah diajak belajar membuat kerajinan sederhana. Baginya, keterampilan menganyam bukan hanya pekerjaan, tetapi juga warisan budaya yang harus dijaga agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.(blt)

Posting Komentar untuk "KUR BRI Dorong Ni Nengah Kartini Bangun Rumpun Bambu Bangli hingga Tembus Hotel dan Vila"