Beautiverse 2026 Sanur Bali, Ajang Beauty, Wellness, dan Sustainability dengan Inovasi Digital
Buletindewata.id, Denpasar - Industri beauty dan wellness Indonesia kembali mencatat sejarah baru dengan hadirnya Beautiverse 2026 di kawasan ikonik Sanur, Bali. Ajang ini bukan sekadar festival kecantikan, melainkan sebuah gerakan kolaborasi global yang mengusung tiga pilar utama: Beauty, Wellness, dan Sustainability. Setelah sukses pada gelaran perdana di bulan Mei, Beautiverse kini melanjutkan perjalanan menuju panggung utama dengan komitmen kuat membangun ekosistem yang lebih berkelanjutan dan terkoneksi.
Founder sekaligus Project Director Dr. Paulus Herry Arianto, M.A. menegaskan bahwa rangkaian ini merupakan bagian dari road to Beautiverse kedua sebelum menuju acara puncak pada 18–20 Desember 2026 di The Meru Sanur. “Kita kan ada tiga road to sebelum nanti di bulan Desember. Tadi pagi sudah ada sound healing, kemudian yoga bersama special guest Yulia Baltschun. Semua aktivitas ini kami rancang agar bisa menjadi inspirasi sebelum hari H nanti,” ujarnya, Sabtu (26/9) di The Meru, Sanur.
Ia menambahkan bahwa target ambisius dipasang dengan menghadirkan 10.000 pengunjung. “Kami berprogres, ada community manager yang terus bekerja untuk melibatkan seluruh komunitas di Bali,” imbuhnya.
Menjelang Desember, lebih dari 50 brand nasional telah mengonfirmasi keikutsertaan. Brand lokal terus bertambah, sementara brand internasional melalui proses seleksi ketat. “Kalau tidak salah sudah ada 50-an brand yang siap. Brand nasional banyak, brand lokal terus berkembang, dan brand internasional sudah melalui proses,” jelas Paulus.
Hal ini menegaskan posisi Beautiverse sebagai platform global yang mempertemukan pelaku industri kecantikan, wellness, dan sustainability dari berbagai negara.Gebrakan besar lainnya adalah peluncuran Aplikasi Beautiverse. Kehadiran aplikasi ini menjadi solusi digital yang menghubungkan brand, profesional, content creator, komunitas, hingga konsumen dalam satu ekosistem terintegrasi. “Di Desember nanti ada beberapa surprise. Kami akan lakukan launching produk dan layanan, tapi saya belum bisa bicara detail sekarang,” ungkap Paulus.
Dengan aplikasi ini, jejaring dan kolaborasi tidak lagi terbatas pada acara tatap muka, melainkan dapat berlangsung kapan saja dan di mana saja.Beautiverse juga menegaskan misinya sebagai platform UMKM. “Beautyverse ini misinya adalah menjadi platform small and medium enterprises untuk bisa launching products. Itu yang kita harapkan dari beautyverse,” kata Paulus.
Ia menambahkan bahwa misi besar lainnya adalah membawa ajang ini ke Jakarta dan bahkan ke luar negeri. “Seperti yang pernah kami katakan, kami ingin membawa 30% dari peserta itu adalah UMKM dari Indonesia. Itu goal-nya,” tegasnya.
Dengan strategi ini, Beautiverse menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan brand besar dan UMKM, menciptakan ekosistem yang lebih terkoneksi, berkelanjutan, dan inklusif. Tidak hanya merayakan perkembangan dunia beauty dan wellness, tetapi juga mendorong cara hidup dan industri yang lebih ramah lingkungan.
Antusiasme masyarakat Bali terlihat jelas, namun Beautiverse juga menarik perhatian komunitas dari Jakarta dan kota lain. “Market sekarang di Bali tentu orang Bali sendiri, tapi tidak menutup kemungkinan komunitas Jakarta akan datang juga. Bali kan destinasi pariwisata,” tandas Paulus.
Dengan dukungan brand nasional, internasional, UMKM, serta inovasi digital melalui aplikasi Beautiverse, ajang ini siap menjadi ekosistem baru industri beauty dan wellness yang berkelanjutan dan mendunia. Beautiverse 2026 di Sanur Bali bukan hanya festival kecantikan, melainkan gerakan kolaborasi global yang menyatukan Beauty, Wellness, dan Sustainability dalam satu panggung spektakuler.(blt)




Posting Komentar untuk "Beautiverse 2026 Sanur Bali, Ajang Beauty, Wellness, dan Sustainability dengan Inovasi Digital"