Yudha Cell Jadi Pusat Ponsel dan BRILink di Bangli, KUR BRI Dorong Perkembangan UMKM
Buletindewata.id, Bangli – Berawal dari keterampilan sederhana memperbaiki perangkat elektronik, sosok I Wayan Kusuma Yudha kini menjelma menjadi pengusaha sukses dengan brand Yudha Cell. Usaha yang dirintis sejak 2005 di kawasan Jalan Nusantara, Kayubihi, Bangli, tumbuh dari bengkel kecil menjadi toko ponsel modern yang melayani beragam kebutuhan masyarakat. Mulai dari penjualan ponsel, servis, suku cadang, aksesori, hingga layanan transaksi keuangan melalui agen BRILink, Yudha Cell kini menjadi salah satu pusat layanan teknologi dan keuangan di Bangli.
Kusuma Yudha memulai langkahnya bukan dengan modal besar, melainkan dari hobi memperbaiki perangkat elektronik. Belajar secara otodidak dari teman, ia menemukan peluang besar di bidang telepon seluler yang saat itu mulai berkembang pesat. Dengan ketekunan, ia membuka usaha kecil di kampung halamannya. Perlahan, usaha tersebut berkembang hingga kini mempekerjakan enam orang teknisi dan staf.
Keberadaan Yudha Cell bukan hanya sekadar toko ponsel. Ia menjadi ruang kolaborasi bagi teknisi dan reseller yang mencari suku cadang dalam jumlah tertentu. Ketersediaan komponen yang lengkap menjadikan Yudha Cell sebagai rujukan utama bagi masyarakat Bangli yang selama ini kesulitan mendapatkan spare part.
Melihat kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks, Kusuma Yudha memperluas bisnisnya dengan menjadi agen BRILink. Layanan ini memungkinkan masyarakat melakukan berbagai transaksi keuangan tanpa harus datang ke kantor bank. Mulai dari pembayaran angsuran, pembelian pakan ternak bagi pelaku usaha peternakan, hingga transfer dana untuk kebutuhan sehari-hari, semua bisa dilakukan di Yudha Cell.
“Dengan BRILink, masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke kota. Cukup datang ke toko kami, transaksi bisa langsung selesai,” ujar Yudha.
Perjalanan Yudha Cell semakin kokoh berkat dukungan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI. Kusuma Yudha memperoleh pembiayaan sebesar Rp500 juta dengan tenor empat tahun. Dana tersebut digunakan untuk memperkuat stok barang, memperluas layanan, dan meningkatkan kapasitas usaha.
“Ya, setidaknya bisa lebih menjalankan usaha ini. Kayak BRILink juga kadang-kadang kita dapat penambahan dari BRI. Lumayanlah jadi penambahan untuk transaksinya,” ungkapnya.
Regional CEO BRI Region 17 Denpasar, Hery Noercahya, menilai kisah Yuda menjadi bukti pentingnya konsistensi dan kemampuan membaca peluang pasar. Menurutnya, diversifikasi usaha melalui layanan digital seperti BRILink adalah strategi tepat bagi UMKM untuk memperluas jangkauan layanan.
“UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah, termasuk menciptakan lapangan kerja. Karena itu, BRI berkomitmen memperluas akses pembiayaan dan layanan perbankan yang mendukung aktivitas bisnis mereka,” ujarnya.
Keberadaan Yudha Cell tidak hanya memberi manfaat bagi pemilik usaha, tetapi juga bagi masyarakat sekitar. Dengan enam pekerja tetap, usaha ini membuka lapangan kerja lokal sekaligus meningkatkan keterampilan teknisi muda di Bangli.
Selain itu, layanan BRILink yang terintegrasi dengan usaha ponsel menjadikan Yuda Sale sebagai pusat layanan multifungsi. Masyarakat bisa membeli ponsel, memperbaiki perangkat, sekaligus melakukan transaksi keuangan dalam satu tempat.
Bagi Kusuma Yudha, akses permodalan menjadi kunci bagi UMKM untuk terus berkembang. Ia berharap dukungan perbankan terhadap usaha kecil tetap berlanjut. “Semoga BRI terus membantu pengusaha-pengusaha kecil seperti kita ini,” pungkasnya.
Dengan kombinasi keterampilan, inovasi, dan dukungan perbankan, Yudha Cell menjadi contoh nyata bagaimana UMKM lokal mampu bertahan sekaligus tumbuh di tengah tantangan zaman.(blt)



Posting Komentar untuk "Yudha Cell Jadi Pusat Ponsel dan BRILink di Bangli, KUR BRI Dorong Perkembangan UMKM"