Batik Air Membuka Akses Udara Strategis ke Tambolaka, Sumba Barat Daya
Buletindewata.id, Denpasar - Kabar gembira datang bagi para pelancong, pelaku usaha, dan masyarakat Nusa Tenggara Timur. Batik Air resmi membuka rute penerbangan langsung dari Bali (Denpasar) ke Tambolaka, Sumba Barat Daya, mulai 9 Januari 2026. Ini bukan sekadar penambahan rute, melainkan sebuah terobosan besar dalam konektivitas udara yang memperpendek jarak, membuka peluang ekonomi, dan memperkuat posisi Sumba sebagai destinasi unggulan Indonesia.
Batik Air akan mengoperasikan pesawat jet modern Airbus A320 untuk rute ini, dengan konfigurasi 12 kursi kelas bisnis dan 144 kursi kelas ekonomi. Pesawat ini menjanjikan kenyamanan maksimal bagi penumpang, baik wisatawan maupun pelaku bisnis.
Mulai 9 Januari 2026, penerbangan dari Bali ke Tambolaka akan berangkat setiap hari pukul 09.40 WITA dan tiba pukul 10.55 WITA. Sebaliknya, penerbangan dari Tambolaka ke Bali akan berangkat pukul 11.35 WITA dan tiba pukul 12.50 WITA. Dengan waktu tempuh hanya sekitar 1 jam 15 menit, perjalanan ke Sumba kini jauh lebih cepat dan praktis dibandingkan sebelumnya yang memerlukan transit panjang.
Melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, rute ini membuka akses ke lebih dari 20 kota di Indonesia dan mancanegara. Untuk rute domestik, koneksi tersedia dari Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Solo, Jember, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, Manado, Lombok, Labuan Bajo, Bima, Sumbawa, dan Kupang. Sementara untuk rute internasional, penumpang dari Bangkok, Kuala Lumpur, Singapura, Perth, Brisbane, Melbourne, dan Sydney dapat terhubung ke Sumba melalui Bali.
Tambolaka bukan hanya kota tujuan, tetapi juga pintu masuk utama menuju Waikabubak (Ibu Kota Sumba Barat), Waibakul (Ibu Kota Sumba Tengah), serta wilayah Sumba Timur dan Sumba Barat Daya. Dengan rute ini, wisatawan dan pelaku usaha dapat menjelajahi seluruh penjuru Sumba dengan lebih mudah.
Sumba Surga Tersembunyi yang Kini Terjangkau
Pulau Sumba dikenal dengan keindahan alamnya yang memukau: hamparan savana luas, pantai berpasir putih, air terjun tersembunyi, hingga desa adat yang masih lestari. Budaya Marapu yang unik, tenun ikat khas Sumba, serta keramahan masyarakat lokal menjadikan pulau ini sebagai destinasi wisata budaya dan alam yang autentik.
Dengan hadirnya rute baru ini, destinasi seperti Pantai Mandorak, Danau Weekuri, Kampung Adat Ratenggaro, dan Bukit Wairinding kini bisa dijangkau lebih cepat dan nyaman.
Konektivitas udara yang lebih baik membuka jalan bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Pelaku UMKM kini dapat mengakses pasar nasional dan internasional dengan lebih cepat, menjalin kerja sama bisnis lintas daerah, serta memperluas distribusi produk lokal seperti tenun ikat, kopi Sumba, dan kerajinan tangan. Sektor pariwisata, pertanian, dan ekonomi kreatif juga akan terdorong dengan meningkatnya arus wisatawan dan investor.
Bagi masyarakat lokal, akses ke layanan kesehatan, pendidikan, dan pemerintahan menjadi lebih cepat dan nyaman. Wisatawan mendapatkan perjalanan yang lebih singkat dan efisien ke destinasi eksotis dengan koneksi luas dari berbagai kota besar dan luar negeri. Pemerintah daerah dapat mendorong pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat posisi Sumba sebagai destinasi strategis nasional dan global. Dunia usaha dan investor pun diuntungkan dengan efisiensi logistik dan distribusi, serta peluang investasi di sektor pariwisata, agribisnis, dan infrastruktur.
Seluruh proses perjalanan kini semakin praktis melalui aplikasi BookCabin. Pelanggan dapat memesan tiket pesawat, melakukan check-in online, memesan hotel dan akomodasi, serta menyusun itinerary perjalanan hanya dalam satu aplikasi.(blt)

Posting Komentar untuk "Batik Air Membuka Akses Udara Strategis ke Tambolaka, Sumba Barat Daya"