Libur Nataru 2025/2026, Bandara Ngurah Rai Bali Catat Lonjakan Trafik 10%, Layani 1,48 Juta Penumpang dalam 21 Hari
Buletindewata.id,Badung - Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali kembali membuktikan posisinya sebagai gerbang utama pariwisata Indonesia, khususnya di kawasan timur. Selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, bandara ini mencatat lonjakan trafik penumpang yang signifikan, mencapai lebih dari 1,48 juta orang dalam kurun waktu 21 hari. Angka ini menunjukkan peningkatan sekitar 10% dibandingkan rata-rata harian sepanjang tahun 2025.
Operasional Posko Terpadu Angkutan Nataru resmi ditutup pada Senin, 5 Januari 2026. Posko ini telah aktif sejak 15 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Dalam periode tersebut, Bandara Ngurah Rai melayani rata-rata 70.658 penumpang per hari, dengan total 434 pergerakan pesawat harian. Artinya, setiap jam terjadi sekitar 18 kali proses lepas landas dan pendaratan, sebuah angka yang mencerminkan tingginya intensitas aktivitas penerbangan di bandara ini.
General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati, menyampaikan bahwa puncak arus keberangkatan terjadi pada 28 Desember 2025 dengan 83.512 penumpang, sementara arus balik tertinggi tercatat pada 2 Januari 2026 dengan 77.367 penumpang.
“Jika dibandingkan dengan rata-rata harian sepanjang tahun 2025 yang berada di angka 66.096 penumpang dan 393 pergerakan pesawat, maka terjadi lonjakan trafik sebesar 7 hingga 10 persen selama masa posko Nataru,” ujar Nugroho Jati.
Dari total 1.483.824 penumpang yang dilayani selama masa libur Nataru, sebanyak 59% atau 877.876 merupakan penumpang internasional. Sementara itu, 41% sisanya atau 605.948 penumpang berasal dari rute domestik. Hal ini menunjukkan bahwa Bali tetap menjadi destinasi favorit wisatawan mancanegara, bahkan di tengah tantangan global dan dinamika industri penerbangan.
Tak hanya penumpang, pergerakan pesawat juga menunjukkan tren positif. Tercatat 9.113 pergerakan pesawat selama 21 hari, dengan dominasi penerbangan internasional sebanyak 4.718 kali. Ini menjadi sinyal kuat bahwa konektivitas udara Bali dengan dunia internasional semakin pulih dan berkembang.
Meskipun menghadapi tantangan cuaca tropis yang kerap berubah-ubah dan volume penumpang yang tinggi, seluruh operasional di Bandara Ngurah Rai berjalan lancar, aman, dan terkendali. Hal ini tak lepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari pengelola bandara, maskapai penerbangan, otoritas keamanan, hingga petugas ground handling.
“Keberhasilan ini adalah hasil kerja sama semua pihak yang terlibat. Kami mengapresiasi seluruh stakeholder yang telah menjaga kelancaran dan kenyamanan penumpang selama masa libur panjang ini,” tambah Nugroho Jati.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, pihak bandara telah melakukan berbagai persiapan, termasuk peningkatan kapasitas ruang tunggu, optimalisasi jalur keberangkatan dan kedatangan, serta penambahan personel layanan pelanggan. Teknologi digital juga dimanfaatkan untuk mempercepat proses check-in dan boarding, sehingga mengurangi antrean dan meningkatkan efisiensi.
Selain itu, fasilitas kebersihan, keamanan, dan kenyamanan penumpang juga menjadi prioritas utama. Area terminal dibersihkan secara berkala, dan petugas keamanan disiagakan di berbagai titik strategis untuk memastikan situasi tetap kondusif.
Lonjakan trafik di Bandara Ngurah Rai tak lepas dari daya tarik Pulau Bali sebagai destinasi wisata unggulan. Keindahan alam, kekayaan budaya, serta keramahtamahan masyarakat lokal menjadi magnet yang tak pernah pudar. Selama libur Nataru, berbagai destinasi wisata seperti Ubud, Kuta, Seminyak, hingga Nusa Penida dipadati wisatawan domestik maupun mancanegara.
Hotel-hotel di kawasan wisata utama juga melaporkan tingkat okupansi yang tinggi, bahkan mencapai 90% pada akhir Desember. Event budaya dan festival akhir tahun turut menyemarakkan suasana, menjadikan Bali sebagai tempat ideal untuk merayakan pergantian tahun.
Kenaikan trafik penumpang dan pesawat di Bandara Ngurah Rai selama Nataru 2025/2026 menjadi indikator penting bagi pemulihan sektor pariwisata nasional. Ini menunjukkan bahwa kepercayaan wisatawan terhadap Bali dan Indonesia secara umum mulai pulih, terutama setelah masa-masa sulit akibat pandemi dan tantangan global lainnya.
Dengan tren positif ini, diharapkan pemerintah dan pelaku industri pariwisata dapat terus menjaga momentum, memperkuat promosi destinasi, serta meningkatkan kualitas layanan dan infrastruktur pendukung. (blt)


Posting Komentar untuk "Libur Nataru 2025/2026, Bandara Ngurah Rai Bali Catat Lonjakan Trafik 10%, Layani 1,48 Juta Penumpang dalam 21 Hari"