PMI Tabanan Kukuhkan 38 Anggota PMR SMASTA, Semangat Baru Kepemimpinan Muda
Buletindewata.id, Tabanan – Dalam semangat membangun generasi muda yang tangguh, berjiwa sosial, dan siap menjadi garda terdepan dalam aksi kemanusiaan, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tabanan secara resmi melantik 38 anggota baru Palang Merah Remaja (PMR) dari SMA Negeri 1 Tabanan (SMASTA). Pelantikan ini menandai dimulainya kiprah angkatan ke-65 PMR di sekolah unggulan tersebut, yang telah lama dikenal sebagai salah satu pusat pembinaan PMR terbaik di Bali.
Acara pelantikan berlangsung khidmat dan penuh semangat pada Minggu, 11 Januari 2026, mulai pukul 08.00 WITA hingga selesai. Bertempat di Aula Sabha Mandala Ida Bagus Astawa, SMA Negeri 1 Tabanan, kegiatan ini menjadi simbol komitmen bersama antara PMI dan institusi pendidikan dalam mencetak generasi muda yang peduli, disiplin, dan berdaya saing tinggi.
Pelantikan dilakukan oleh Ketua Pengurus PMI Kabupaten Tabanan, I Made Dirga, S.Sos., yang diwakili oleh Wakil Ketua II PMI Tabanan, Drs. I Wayan Ariasa. Dalam sambutannya, Ariasa menekankan pentingnya peran PMR sebagai wadah pembentukan karakter dan kepemimpinan remaja yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan.
“Saya berharap PMR SMA Negeri 1 Tabanan dapat menjadi pelopor dalam mencetak kelompok PMR yang berkualitas, berdaya saing, serta mampu mengharumkan nama daerah hingga tingkat nasional,” ujar Ariasa, yang juga menjabat sebagai Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Tabanan.
Sebanyak 38 siswa resmi dilantik sebagai anggota PMR angkatan ke-65. Menariknya, dari jumlah tersebut, 30 di antaranya adalah siswi perempuan, sementara 8 lainnya adalah siswa laki-laki. Komposisi ini mencerminkan antusiasme tinggi dari kalangan pelajar perempuan dalam mengikuti kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Keterlibatan aktif para siswa ini menjadi bukti bahwa semangat kemanusiaan tidak mengenal batas gender. Justru, keberagaman ini menjadi kekuatan tersendiri dalam membentuk tim PMR yang solid, inklusif, dan responsif terhadap berbagai tantangan sosial di lingkungan sekitar.
Kegiatan pelantikan ini turut dihadiri oleh jajaran pengurus PMI Kabupaten Tabanan, staf markas PMI, personel posko, anggota Forum Remaja PMI (Forpis), serta anggota Forum Relawan (Forel). Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan nyata terhadap regenerasi kader-kader muda PMI di tingkat sekolah.
Dari pihak sekolah, acara ini dihadiri oleh Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Tabanan, para pembina PMR, pembina OSIS, pengurus OSIS, serta tim PKS (Patroli Keamanan Sekolah). Tak ketinggalan, tim elektro dan fotografi sekolah juga turut berperan dalam mendokumentasikan momen bersejarah ini.
PMR sebagai Pilar Pendidikan Karakter dan Kepemimpinan
PMR bukan sekadar ekstrakurikuler biasa. Lebih dari itu, PMR merupakan wadah strategis dalam membentuk karakter siswa yang tangguh, peduli, dan siap menjadi pemimpin masa depan. Melalui berbagai pelatihan, simulasi, dan kegiatan sosial, anggota PMR dilatih untuk memiliki empati, kemampuan komunikasi, serta keterampilan pertolongan pertama yang sangat dibutuhkan dalam situasi darurat.
Dalam konteks pendidikan karakter, PMR menjadi media efektif untuk menanamkan nilai-nilai luhur seperti gotong royong, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama. Hal ini sejalan dengan visi pendidikan nasional yang menekankan pentingnya pengembangan soft skills di samping prestasi akademik.
PMI Kabupaten Tabanan menaruh harapan besar kepada PMR SMA Negeri 1 Tabanan agar mampu menjadi role model bagi sekolah-sekolah lain di wilayah Tabanan dan Bali pada umumnya. Dengan rekam jejak yang sudah terbukti, PMR SMA Negeri 1 Tabanan diharapkan terus berinovasi dalam mengembangkan program-program kemanusiaan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Beberapa program unggulan yang bisa dikembangkan antara lain kampanye donor darah remaja, edukasi kesehatan remaja, pelatihan tanggap bencana berbasis sekolah, serta kolaborasi lintas sekolah dalam kegiatan sosial. Dengan pendekatan yang kreatif dan berbasis teknologi, PMR dapat menjadi kekuatan positif dalam membangun budaya kemanusiaan di kalangan generasi muda.
Pelantikan ini juga menjadi bukti nyata sinergi antara PMI dan dunia pendidikan dalam mencetak generasi muda yang siap menghadapi tantangan global. Di era yang penuh ketidakpastian ini, keberadaan PMR menjadi sangat relevan sebagai garda terdepan dalam membangun ketahanan sosial dan solidaritas antarwarga.
PMI sebagai organisasi kemanusiaan yang netral dan independen terus berkomitmen untuk memperkuat kapasitas remaja melalui program-program pembinaan yang berkelanjutan. Dengan dukungan dari sekolah, orang tua, dan masyarakat, PMR dapat tumbuh menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.
Pelantikan PMR angkatan ke-65 di SMA Negeri 1 Tabanan bukan hanya seremoni biasa, melainkan sebuah investasi sosial jangka panjang. Di balik seragam merah putih yang dikenakan para anggota PMR, tersimpan semangat pengabdian, keberanian, dan harapan akan masa depan yang lebih baik.
Melalui semangat “Bersama untuk Kemanusiaan”, para anggota PMR diharapkan terus belajar, berlatih, dan berkontribusi nyata dalam berbagai kegiatan sosial. Mereka adalah calon-calon pemimpin masa depan yang akan membawa nilai-nilai kemanusiaan ke dalam setiap aspek kehidupan.(blt)


Posting Komentar untuk "PMI Tabanan Kukuhkan 38 Anggota PMR SMASTA, Semangat Baru Kepemimpinan Muda"