Rekor Baru! Bandara Ngurah Rai Bali Layani 24,1 Juta Penumpang Sepanjang 2025, Wisatawan Mancanegara Dominasi Lonjakan
Buletindewata.ud, Baung - Tahun 2025 menjadi momen bersejarah bagi Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Bandara yang menjadi pintu gerbang utama pariwisata Indonesia ini mencatatkan pencapaian luar biasa dengan melayani total 24,1 juta penumpang sepanjang tahun. Angka ini merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah operasional bandara, mencerminkan kebangkitan sektor pariwisata dan transportasi udara pascapandemi. Rata-rata pergerakan penumpang setiap harinya mencapai 66 ribu orang, sebuah angka yang menunjukkan betapa sibuknya aktivitas di bandara yang terletak di jantung destinasi wisata dunia ini.
Mayoritas penumpang yang dilayani sepanjang tahun 2025 merupakan wisatawan mancanegara, dengan jumlah mencapai lebih dari 15 juta orang atau sekitar 63 persen dari total penumpang. Sementara itu, hampir 9 juta penumpang tercatat berasal dari rute domestik. Lonjakan tertinggi terjadi pada bulan Juli, bertepatan dengan musim libur sekolah dan liburan musim panas global. Pada bulan tersebut, trafik penumpang harian bahkan menembus angka 76 ribu orang per hari, menjadikan bulan Juli sebagai periode tersibuk sepanjang tahun. Hal ini menunjukkan bahwa Bali tetap menjadi destinasi favorit wisatawan dunia, terutama saat musim liburan.
Rute penerbangan tersibuk yang dilayani Bandara Ngurah Rai sepanjang 2025 didominasi oleh jalur-jalur strategis yang menghubungkan Bali dengan kota-kota besar di dalam dan luar negeri. Rute terpadat adalah Cengkareng (Jakarta) dengan 4,23 juta penumpang, disusul oleh Singapura, Kuala Lumpur, Surabaya, dan Melbourne. Rute-rute ini mencerminkan tingginya konektivitas antara Bali dan pusat-pusat ekonomi serta wisata di kawasan Asia Tenggara dan Australia. Selain menjadi tujuan wisata, Bali juga berperan sebagai simpul transit dan bisnis regional yang semakin penting.
Tak hanya sektor penumpang yang mencatatkan pertumbuhan signifikan, sektor logistik dan kargo di Bandara Ngurah Rai juga menunjukkan performa yang mengesankan. Sepanjang tahun 2025, volume kargo yang ditangani mencapai 108 ribu ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 78,5 ribu ton atau sekitar 72 persen merupakan kargo internasional, sementara sisanya sekitar 30 ribu ton berasal dari pengiriman domestik. Pertumbuhan sektor logistik ini menunjukkan peningkatan aktivitas perdagangan dan ekspor-impor melalui Bali. Produk-produk unggulan seperti hasil laut, kerajinan tangan, dan produk pertanian menjadi komoditas utama yang dikirim ke berbagai negara melalui jalur udara.
General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati, menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh pihak, termasuk operator maskapai, petugas bandara, dan dukungan penuh dari pemerintah daerah maupun pusat. “Kami sangat bersyukur atas kepercayaan masyarakat dan wisatawan internasional yang terus memilih Bali sebagai destinasi utama. Kami akan terus meningkatkan layanan dan infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan ini,” ujar Nugroho Jati.
Berdasarkan data imigrasi, sebanyak 7,1 juta warga negara asing masuk ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai sepanjang tahun 2025. Wisatawan asal Australia masih mendominasi dengan jumlah mencapai 1,67 juta orang. Disusul oleh wisatawan dari India sebanyak 584 ribu orang, dan Tiongkok sebanyak 560 ribu orang. Tingginya kunjungan dari Australia tidak mengherankan mengingat kedekatan geografis dan hubungan historis yang erat antara kedua wilayah. Sementara itu, peningkatan signifikan dari India dan Tiongkok menunjukkan keberhasilan promosi pariwisata Indonesia di pasar Asia yang sangat potensial.
Dalam hal pergerakan pesawat, Bandara Ngurah Rai mencatatkan total 143 ribu penerbangan sepanjang tahun 2025. Ini berarti rata-rata terdapat hampir 400 penerbangan per hari, baik untuk rute domestik maupun internasional. Angka ini menunjukkan tingginya intensitas operasional bandara dan menjadi indikator penting dalam mengukur pertumbuhan sektor transportasi udara di Indonesia. General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati, menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh pihak, termasuk operator maskapai, petugas bandara, dan dukungan penuh dari pemerintah daerah maupun pusat. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan dan infrastruktur guna mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.
Meski mencatatkan rekor, Bandara Ngurah Rai masih belum mencapai target yang ditetapkan, yakni 26,4 juta penumpang pada tahun 2025. Hal ini menjadi tantangan sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan. Beberapa rencana strategis ke depan telah disiapkan, antara lain pengembangan terminal internasional untuk menampung lonjakan penumpang, digitalisasi layanan bandara untuk mempercepat proses check-in dan imigrasi, serta peningkatan konektivitas dengan membuka rute baru ke Eropa dan Timur Tengah. Selain itu, penguatan kerja sama dengan maskapai global juga menjadi fokus utama untuk menjadikan Bali sebagai hub internasional yang kompetitif.
Dengan pencapaian luar biasa di tahun 2025, Bandara Ngurah Rai semakin mengukuhkan posisinya sebagai pintu gerbang utama pariwisata Indonesia. Lonjakan jumlah penumpang, dominasi wisatawan mancanegara, serta pertumbuhan sektor logistik menjadi indikator kuat bahwa Bali tetap menjadi magnet dunia. Ke depan, tantangan akan semakin kompleks, namun dengan strategi yang tepat dan dukungan semua pihak, Bandara Ngurah Rai diyakini mampu melampaui target dan terus menjadi kebanggaan Indonesia di mata dunia.(blt)


Posting Komentar untuk "Rekor Baru! Bandara Ngurah Rai Bali Layani 24,1 Juta Penumpang Sepanjang 2025, Wisatawan Mancanegara Dominasi Lonjakan"