Satgas Pemilahan Sampah Desa Cemagi Badung Pantau Dan Bina Penanganan Sampah
Buletindewata.id, Badung - Kabupaten Badung, Bali, kini semakin serius dalam mengatasi persoalan sampah yang kian kompleks. Salah satu inisiatif paling inspiratif datang dari Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, yang telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Sampah. Satgas ini bertugas untuk memantau, membina, dan mengelola sampah dari hulu ke hilir, dengan pendekatan berbasis sumber dan partisipasi aktif masyarakat.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemerintah Kabupaten Badung dalam menanggulangi krisis sampah, seiring dengan pembatasan operasional TPA Suwung. Dengan pendekatan kolaboratif dan teknologi pengolahan modern, Desa Cemagi kini menjadi model pengelolaan sampah mandiri yang patut dicontoh.
Pembentukan Satgas Penanganan Sampah di Desa Cemagi bukan sekadar formalitas. Satgas ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat dan tokoh masyarakat, generasi muda dari Sekaa Teruna, serta unsur TNI dan Polri, yang turut melakukan pembinaan dan pengawasan di tingkat rumah tangga.
Menurut Perbekel Desa Cemagi, I Putu Hendra Sastrawan, pembentukan Satgas ini bertujuan agar masyarakat lebih memahami pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah, serta mampu mengolah sampah organik menjadi kompos yang bermanfaat bagi pertanian dan lingkungan.
"Satgas ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Badung. Ia menegaskan, Kami ingin masyarakat benar-benar memahami bahwa pengelolaan sampah dimulai dari rumah. Dengan memilah sampah organik dan anorganik, serta memanfaatkan sampah organik menjadi kompos, kita bisa mengurangi beban di TPS3R dan TPST,” terangnya.
Untuk mendukung upaya pengelolaan sampah secara mandiri, Desa Cemagi mengoperasikan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) Sarwa Metu Wangi. Fasilitas ini menjadi pusat pengolahan sampah yang telah dipilah oleh warga.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program ini, Desa Cemagi juga mengoperasikan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) Sarwa Metu Wangi. Fasilitas ini menjadi pusat pengolahan sampah yang telah dipilah oleh warga. Dalam kondisi normal, TPS3R ini mampu mengolah sekitar 8 hingga 9 ton sampah per hari. Namun, saat musim hujan, volume sampah dapat meningkat drastis hingga mencapai 15 ton per hari. Untuk mengatasi lonjakan tersebut, TPS3R mengoperasikan mesin pemilah dan insinerator secara optimal.
TPS3R Sarwa Metu Wangi juga menjadi sumber penghidupan bagi puluhan warga desa yang dipekerjakan untuk mengelola sampah, mulai dari pemilahan, pengolahan residu, hingga distribusi hasil olahan. Hal ini tidak hanya berdampak positif terhadap lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Meski telah menunjukkan hasil, namun tantangan tetap ada. Volume sampah yang fluktuatif, terutama saat musim hujan, serta kebutuhan akan perawatan mesin dan fasilitas menjadi perhatian utama. Untuk itu, pemerintah desa berencana menambah armada pengangkut, memperluas kapasitas TPS3R, dan menjalin kemitraan dengan sektor swasta serta LSM lingkungan.(blt)


Posting Komentar untuk "Satgas Pemilahan Sampah Desa Cemagi Badung Pantau Dan Bina Penanganan Sampah "