Waspadai Cuaca Ekstrem di Bali, Pelaku Wisata Diimbau Alihkan Destinasi dan Sediakan Asuransi untuk Wisatawan
Buletindewata.id, Badung - Bali, pulau dewata yang dikenal sebagai surga wisata dunia, tengah menghadapi tantangan serius terkait kondisi cuaca ekstrem yang diperkirakan akan melanda selama sepekan ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang dapat berdampak signifikan terhadap aktivitas pariwisata di wilayah ini. Oleh karena itu, pelaku usaha pariwisata diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, mengalihkan wisatawan ke destinasi yang lebih aman, serta memastikan seluruh wisatawan mendapatkan perlindungan melalui asuransi perjalanan.
BMKG melalui kanal resminya menginformasikan bahwa mulai tanggal 21 hingga 27 Januari 2026, wilayah Bali akan mengalami peningkatan potensi cuaca ekstrem. Hal ini disebabkan oleh aktifnya monsun Asia yang disertai dengan terbentuknya pola konvergensi atau pertemuan angin di wilayah Bali. Selain itu, kelembapan udara yang tinggi hingga lapisan atmosfer atas (200 mb) turut memicu aktivitas konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang.
Kecepatan angin maksimum di wilayah Bali bagian selatan diperkirakan mencapai 38 knot atau sekitar 70,3 km per jam. Tak hanya itu, tinggi gelombang laut di beberapa perairan seperti Selat Bali bagian selatan, Selat Badung, Selat Lombok bagian selatan, dan Perairan Selatan Bali diprediksi mencapai 2,5 hingga 4 meter. Kondisi ini tentu sangat berisiko bagi aktivitas wisata bahari seperti snorkeling, diving, dan wisata kapal pesiar.
Menanggapi situasi ini, Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Bali, I Putu Winastra, menekankan pentingnya kesiapsiagaan dari seluruh pelaku usaha pariwisata. Ia mengimbau agar para pelaku travel dan pemandu wisata lokal segera menyiapkan rencana alternatif (plan B) untuk paket wisata yang mereka tawarkan. Destinasi wisata yang melibatkan aktivitas di laut, sungai, atau area terbuka yang rawan bencana sebaiknya dialihkan ke lokasi yang lebih aman dan minim risiko.
“Ketika cuaca berubah secara ekstrem, teman-teman pelaku wisata diharapkan sudah memiliki rencana cadangan. Misalnya, jika sebelumnya menjual paket wisata bahari, maka bisa dialihkan ke wisata budaya, kuliner, atau ekowisata di daerah pegunungan yang lebih aman,” ujar Winastra.
Selain mengalihkan destinasi, Winastra juga menegaskan bahwa setiap wisatawan yang ditangani oleh agen perjalanan wajib mendapatkan perlindungan asuransi. Asuransi perjalanan menjadi elemen penting dalam menjamin keselamatan dan kenyamanan wisatawan, terutama saat menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Kalau kita berbicara tentang wisatawan yang ditangani oleh travel agent, maka sudah menjadi kewajiban untuk memberikan asuransi. Seperti kami di KBA DMS, semua wisatawan yang kami tangani sudah diasuransikan, dan seluruh produk wisata yang kami jual juga dilengkapi dengan perlindungan asuransi,” tambahnya.
Asuransi perjalanan tidak hanya memberikan perlindungan terhadap risiko kecelakaan, tetapi juga mencakup pembatalan perjalanan, kehilangan barang, hingga evakuasi medis darurat. Dalam situasi cuaca ekstrem, keberadaan asuransi menjadi jaminan penting yang memberikan rasa aman bagi wisatawan, sekaligus meningkatkan kredibilitas penyedia jasa wisata.
ASITA Bali juga mengimbau seluruh pelaku usaha pariwisata untuk aktif memantau informasi terkini dari BMKG. Informasi cuaca yang akurat dan real-time sangat penting untuk pengambilan keputusan cepat, terutama dalam menghindari risiko yang dapat membahayakan keselamatan wisatawan.
Tak hanya itu, setiap penyedia jasa wisata juga diminta untuk menyiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) evakuasi jika terjadi keadaan darurat. SOP ini mencakup jalur evakuasi, titik kumpul, koordinasi dengan pihak berwenang, serta pelatihan bagi staf dan pemandu wisata agar siap menghadapi berbagai skenario bencana.
Dengan langkah-langkah preventif ini, ASITA Bali berharap Bali tetap menjadi destinasi wisata unggulan yang aman, ramah, dan berkelanjutan. Kepercayaan wisatawan domestik maupun mancanegara terhadap Bali sebagai tujuan liburan yang profesional dan bertanggung jawab harus terus dijaga.(blt)


Posting Komentar untuk "Waspadai Cuaca Ekstrem di Bali, Pelaku Wisata Diimbau Alihkan Destinasi dan Sediakan Asuransi untuk Wisatawan"