ITDC Gelar School Holiday Celebration “Liburan Nyaman Penuh Makna” di The Nusa Dua

Buletindewata.id, Badung - injourney tourism development corporation (ITDC) menghadirkan pengalaman liburan sekolah yang edukatif, inklusif, dan berkesan bagi keluarga melalui kegiatan school holiday celebration bertajuk “liburan nyaman penuh makna” di Peninsula Island, The Nusa Dua. Program ini merupakan bagian dari kampanye “liburan nyaman penuh makna” yang tidak hanya menyajikan aktivitas kreatif, edukatif, dan hiburan keluarga, tetapi juga diintegrasikan dengan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL berupa santunan, bantuan pendidikan, serta sarana terapi bagi anak yatim dan anak berkebutuhan khusus.
Melalui kegiatan ini, ITDC menegaskan komitmennya menghadirkan destinasi pariwisata yang berkualitas, memberikan pengalaman wisata premium.Inklusif yanh ramah bagi semua kalangan, termasuk anak berkebutuhan khusus.

Made Agus Dwiatmika, General Manager The Nusa Dua, menyampaikan pihaknya mengundang orang tua dan anak-anak untuk menyaksikan berbagai kolaborasi di peninsula nusa dua. "Anak-anak yatim dan berkebutuhan khusus kami libatkan agar mereka bisa merasakan langsung suasana Nusa Dua yang inklusif dan ramah keluarga,” tuturnya, Sabtu (4/7).
Rangkaian aktivitas kegiatan ini menggandeng berbagai mitra dan komunitas, di antaranya Bali Safari yang memberikan interaksi edukatif dengan satwa seperti elang dan ular, Bali Literasi yang mengajak anak - anak mendongeng, bermain warna, dan membuat anyaman kain. Museum Pasifika mengadirkan edukasi seni dan budaya.Bali Collection yang menyuguhkan pertunjukan tari tradisional sawelas. Lebih dari 400–500 anak hadir dalam kegiatan ini secara gratis, menikmati suasana Nusa Dua sebagai destinasi family friendly.

Agus Dwiatmika menambahkan tingkat okupansi hotel di kawasan nusa dua pada Juli–Agustus 2026 diproyeksikan mencapai 75% – 80%, meningkat dari bulan sebelumnya yang berada di angka 70%.Kunjungan masih didominasi wisatawan mancanegara,
"kunjungannya masih didominasi dari wisatawan internasional atau mancanegara, terutama dari Australia, China dan dari India. Mungkin perbandinagn wisatawan asing dengan domestik yang menginap 85 dan 15 persen. Prosentase wisatawan yang datang dan tidak menginap juga cukup besar," tuturnya.
Sebagai pengelola kawasan pariwisata premium, ITDC terus berkomitmen melakukan program rejuvenasi kawasan The Nusa Dua demi meningkatkan kenyamanan wisatawan. Upaya ini mencakup berbagai aspek penting, mulai dari pelapisan aspal jalan utama, perbaikan pedestrian, hingga peremajaan area ikonik water blow dengan rencana penambahan atraksi baru yang lebih spektakuler.
Made Agus Dwiatmika, General Manager The Nusa Dua, menegaskan bahwa program ini dilakukan secara bertahap agar tidak mengganggu kenyamanan pengunjung. “untuk water blow di Peninsula, saat ini kami lakukan perbaikan. Ke depan, kami akan menambah atraksi baru sehingga masyarakat semakin tertarik berkunjung. Informasi detail akan kami sampaikan setelah rencana final,” ujarnya.

Dalam rangka menyambut musim liburan sekolah dan liburan musim panas, ITDC akan melakukan sejumlah perbaikan infrastruktur meliputi pelapisan aspal untuk jalan utama kawasan agar lebih nyaman dilalui wisatawan. Perbaikan jalur pejalan kaki yang diperindah untuk mendukung konsep kawasan ramah keluarga. Termasuk water blow experience sebagai atraksi alam ikonik yang akan ditambah dengan pengalaman baru sehingga menjadi magnet wisata kelas dunia.
“proses pelapisan aspal memang menimbulkan debu dan sedikit mengurangi kenyamanan. Namun kami targetkan selesai dalam 1–2 bulan, dilanjutkan dengan peremajaan pedestrian agar kawasan semakin rapi dan nyaman," tandas Agus Dwiatmika.
Untuk persiapan liburan musim panas, pihak ITDC menyiapkan kawasan dengan standar tinggi setiap tahun. Namun, khusus tahun ini, persiapan dilakukan lebih hati-hati karena bersamaan dengan program rejuvenasi.
Melalui kegiatan ini, ITDC menegaskan komitmennya menghadirkan destinasi pariwisata yang berkualitas, memberikan pengalaman wisata premium.Inklusif yanh ramah bagi semua kalangan, termasuk anak berkebutuhan khusus.

Made Agus Dwiatmika, General Manager The Nusa Dua, menyampaikan pihaknya mengundang orang tua dan anak-anak untuk menyaksikan berbagai kolaborasi di peninsula nusa dua. "Anak-anak yatim dan berkebutuhan khusus kami libatkan agar mereka bisa merasakan langsung suasana Nusa Dua yang inklusif dan ramah keluarga,” tuturnya, Sabtu (4/7).
Rangkaian aktivitas kegiatan ini menggandeng berbagai mitra dan komunitas, di antaranya Bali Safari yang memberikan interaksi edukatif dengan satwa seperti elang dan ular, Bali Literasi yang mengajak anak - anak mendongeng, bermain warna, dan membuat anyaman kain. Museum Pasifika mengadirkan edukasi seni dan budaya.Bali Collection yang menyuguhkan pertunjukan tari tradisional sawelas. Lebih dari 400–500 anak hadir dalam kegiatan ini secara gratis, menikmati suasana Nusa Dua sebagai destinasi family friendly.

Agus Dwiatmika menambahkan tingkat okupansi hotel di kawasan nusa dua pada Juli–Agustus 2026 diproyeksikan mencapai 75% – 80%, meningkat dari bulan sebelumnya yang berada di angka 70%.Kunjungan masih didominasi wisatawan mancanegara,
"kunjungannya masih didominasi dari wisatawan internasional atau mancanegara, terutama dari Australia, China dan dari India. Mungkin perbandinagn wisatawan asing dengan domestik yang menginap 85 dan 15 persen. Prosentase wisatawan yang datang dan tidak menginap juga cukup besar," tuturnya.
Sebagai pengelola kawasan pariwisata premium, ITDC terus berkomitmen melakukan program rejuvenasi kawasan The Nusa Dua demi meningkatkan kenyamanan wisatawan. Upaya ini mencakup berbagai aspek penting, mulai dari pelapisan aspal jalan utama, perbaikan pedestrian, hingga peremajaan area ikonik water blow dengan rencana penambahan atraksi baru yang lebih spektakuler.
Made Agus Dwiatmika, General Manager The Nusa Dua, menegaskan bahwa program ini dilakukan secara bertahap agar tidak mengganggu kenyamanan pengunjung. “untuk water blow di Peninsula, saat ini kami lakukan perbaikan. Ke depan, kami akan menambah atraksi baru sehingga masyarakat semakin tertarik berkunjung. Informasi detail akan kami sampaikan setelah rencana final,” ujarnya.

Dalam rangka menyambut musim liburan sekolah dan liburan musim panas, ITDC akan melakukan sejumlah perbaikan infrastruktur meliputi pelapisan aspal untuk jalan utama kawasan agar lebih nyaman dilalui wisatawan. Perbaikan jalur pejalan kaki yang diperindah untuk mendukung konsep kawasan ramah keluarga. Termasuk water blow experience sebagai atraksi alam ikonik yang akan ditambah dengan pengalaman baru sehingga menjadi magnet wisata kelas dunia.
“proses pelapisan aspal memang menimbulkan debu dan sedikit mengurangi kenyamanan. Namun kami targetkan selesai dalam 1–2 bulan, dilanjutkan dengan peremajaan pedestrian agar kawasan semakin rapi dan nyaman," tandas Agus Dwiatmika.
Untuk persiapan liburan musim panas, pihak ITDC menyiapkan kawasan dengan standar tinggi setiap tahun. Namun, khusus tahun ini, persiapan dilakukan lebih hati-hati karena bersamaan dengan program rejuvenasi.
"Meski ada sedikit gangguan sementara, tujuan utama adalah menghadirkan destinasi pariwisata berkelas internasional yang tetap ramah keluarga dan inklusif. Dengan langkah ini, The Nusa Dua diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai destinasi premium Bali yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga kenyamanan, keamanan, dan pengalaman wisata yang berkesan," tutupnya.(blt)
Posting Komentar untuk "ITDC Gelar School Holiday Celebration “Liburan Nyaman Penuh Makna” di The Nusa Dua"