Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

KUR BRI Dorong Pertumbuhan Usaha Pemindangan Ikan di Kusamba, Produksi Tembus 300 Keranjang per Hari

KUR BRI Dorong Pertumbuhan Usaha Pemindangan Ikan di Kusamba, Produksi Tembus 300 Keranjang per Hari


Buletindewata.id, Klungkung - Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali membuktikan perannya sebagai motor penggerak ekonomi rakyat. Melalui dukungan pembiayaan yang mudah diakses, BRI berhasil mendorong peningkatan kapasitas produksi usaha pemindangan ikan di Desa Kusamba, Kabupaten Klungkung, Bali. Salah satu pelaku usaha, Wayan Suitari, kini mampu menghasilkan hingga 300–350 keranjang ikan pindang per hari, sebuah pencapaian yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan keluarga, tetapi juga memperkuat rantai pasok pangan di wilayah pesisir.

Kendati demikian, usaha pemindangan ikan di Kusamba menghadapi tantangan serius terkait harga garam lokal Bali yang relatif tinggi. Garam lokal Klungkung dijual dengan harga sekitar Rp500 ribu per 50 kilogram, sehingga membebani biaya produksi. Untuk mengatasi hal tersebut, salah satu pelaku usaha pemindangan, Wayan Suitari beralih menggunakan garam Bima yang didatangkan dari luar daerah dengan harga lebih terjangkau.“Dalam sehari, sekali proses pemindangan ikan menghabiskan sekitar 75 kilogram garam. Dengan garam Bima, biaya bisa ditekan tanpa mengurangi kualitas,” ungkap Suitari.

KUR BRI Dorong Pertumbuhan Usaha Pemindangan Ikan di Kusamba, Produksi Tembus 300 Keranjang per Hari

Untuk usaha pemindangan, Suitari mengolah sekitar 400 kilogram ikan tongkol setiap hari. Setelah melalui proses pemindangan, hasilnya mencapai 350 keranjang ikan pindang yang langsung dipasarkan ke berbagai pasar tradisional di Denpasar. “Sudah ada pengepul yang mengambil hasil produksi untuk dijual ke pasar. Saya hanya fokus memproses ikan pindang bersama dua orang pekerja, mulai jam 7 pagi hingga 11 siang,” jelasnya.  

Sebagai seorang pengusaha, Suitari telah berkecimpung di dunia pemindangan sejak duduk di bangku kelas II SD. Kini, di usia 42 tahun, ia tetap konsisten menggeluti usaha yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga.  “Dulu saya memulai dengan modal kecil. Sekarang, berkat dukungan KUR BRI, usaha saya bisa berkembang lebih besar,” ujarnya.

Mengawali usahanya, Suitari hanya meminjam KUR dengan plafon Rp5 juta. Namun seiring berkembangnya usaha, plafon kredit meningkat hingga Rp100 juta. Dana tersebut digunakan untuk membeli keranjang, garam, dan ikan sebagai bahan baku utama. “Pinjaman KUR sangat membantu. Tanpa dukungan perbankan, sulit bagi kami untuk meningkatkan kapasitas produksi,” tambahnya.

KUR BRI Dorong Pertumbuhan Usaha Pemindangan Ikan di Kusamba, Produksi Tembus 300 Keranjang per Hari

Menyoroti usaha pemindangan ikan di Kusamba, Regional CEO BRI Region 17 Denpasar, Hery Noercahya, menegaskan bahwa sektor perikanan dan pengolahan hasil laut memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. “BRI berkomitmen untuk terus hadir mendukung pelaku UMKM, termasuk usaha pemindangan ikan yang memiliki peran penting dalam rantai pasok pangan dan ekonomi lokal. Melalui penyaluran KUR, kami berharap para pelaku usaha dapat meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, serta menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar,” terangnya.

Penyaluran KUR dilakukan dengan prinsip kehati-hatian (prudential banking). Selain itu, BRI memberikan pendampingan usaha agar pembiayaan dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan. “Tidak hanya memberikan akses pembiayaan, kami juga mendorong pelaku UMKM untuk meningkatkan literasi keuangan dan memanfaatkan layanan digital perbankan guna mendukung efisiensi transaksi usaha,” tambah Hery.

Dukungan KUR terhadap usaha pemindangan ikan di Kusamba memberikan dampak positif yang luas meliputi peningkatan produksi dari ratusan kilogram ikan menjadi ratusan keranjang pindang setiap hari, penciptaan lapangan kerja,.penguatan ekonomi daerah, hingga pemberdayaan masyarakat pesisir.

KUR BRI Dorong Pertumbuhan Usaha Pemindangan Ikan di Kusamba, Produksi Tembus 300 Keranjang per Hari

BRI tidak hanya fokus pada pembiayaan, tetapi juga mendorong pelaku UMKM untuk beradaptasi dengan teknologi digital. Dengan layanan perbankan digital, transaksi usaha menjadi lebih cepat, aman, dan efisien. Hal ini penting untuk menjaga daya saing UMKM di era modern.  

Selain itu, BRI juga mendorong diversifikasi produk olahan ikan agar pelaku usaha tidak hanya bergantung pada satu jenis produk. Dengan inovasi, peluang pasar semakin luas, baik di tingkat lokal maupun nasional.(blt)



Posting Komentar untuk "KUR BRI Dorong Pertumbuhan Usaha Pemindangan Ikan di Kusamba, Produksi Tembus 300 Keranjang per Hari"