Inspirasi Bisnis Agen BRILink Klungkung Ubah Warung Sembako Jadi Pusat Transaksi Modern
Buletindewata.id, Klungkung – Transformasi digital perbankan kini nyata dirasakan masyarakat pelosok. Salah satu kisah inspiratif datang dari Desi Hidayanti Damuri, seorang perempuan muda berusia 28 tahun yang berhasil mengubah warung sembako sederhana miliknya menjadi pusat layanan keuangan modern melalui program Agen BRILink. Berawal dari hanya tiga hingga empat transaksi per hari, kini warung kecil di kawasan padat pekerja rantauan itu mampu melayani hingga 150 transaksi harian, mencakup transfer, tarik tunai, top up dompet digital, hingga pembayaran tagihan listrik.
Desi mengaku awalnya tidak memahami konsep BRILink. Ia baru tertarik setelah dikenalkan oleh seorang kenalan yang lebih dulu menjadi agen. Pada masa itu, layanan transfer perbankan masih belum familiar bagi masyarakat sekitar. “Dulu orang-orang masih bingung transfer. Kalau kirim uang ya harus ke bank atau ATM. Karena di sini banyak pekerja pendatang, akhirnya mereka mulai cari tempat transfer yang lebih dekat,” ujarnya.
Dengan modal awal sekitar Rp10 juta, Desi memberanikan diri membuka layanan BRILink di warungnya. Meski transaksi awal sangat sedikit, ia melihat peluang besar seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan yang praktis dan dekat dengan tempat tinggal.
Seiring waktu, kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan semakin meningkat. Banyak pekerja pelabuhan dan buruh angkut barang yang membutuhkan layanan tarik tunai dalam jumlah besar untuk pembayaran upah harian. “Kalau sekarang malah banyak yang tarik tunai. Ada yang sehari narik Rp10 juta sampai Rp15 juta berkali-kali,” kata Desi.
Kini, jumlah transaksi harian di warungnya bisa mencapai 100 hingga 150 transaksi. Selain transfer dan tarik tunai, pelanggan juga memanfaatkan layanan top up dompet digital, pembelian pulsa, hingga pembayaran listrik. Pertumbuhan ini tidak hanya meningkatkan pendapatan dari fee BRILink, tetapi juga mendongkrak penjualan sembako di warungnya. Pelanggan yang datang untuk transaksi perbankan biasanya sekaligus membeli kebutuhan harian seperti beras, mie instan, dan minyak goreng.
Desi menuturkan, sebelum menjadi Agen BRILink, warungnya sepi dan barang dagangan terbatas. Kini, keberadaan BRILink membuat warungnya ramai dikunjungi. “Dulu warung sepi sekali. Barang juga sedikit. Sekarang orang datang transfer sekalian beli beras, mie, kebutuhan lain. Sangat membantu ekonomi keluarga,” katanya.
Pendapatan dari fee BRILink bahkan rutin ia sisihkan untuk tabungan dan investasi. Hasil usaha tersebut turut membantu memenuhi kebutuhan keluarga, membeli barang rumah tangga, hingga memperbaiki kondisi ekonomi secara keseluruhan.
Meski sukses, perjalanan menjadi Agen BRILink tidak selalu mulus. Pada masa awal beroperasi, Desi pernah mengalami kerugian hingga Rp5 juta akibat transaksi gagal saat sistem belum stabil. “Dulu pernah transfer Rp5 juta tapi struk nggak keluar. Saya ulang lagi karena belum ngerti sistemnya. Ternyata saldo kepotong dua kali. Setelah diurus ke Bank, alhamdulillah saldo bisa kembali,” kenangnya.
Pengalaman tersebut membuatnya belajar memahami sistem transaksi digital agar lebih berhati-hati menghadapi kendala jaringan maupun transaksi pending. Kini, ia lebih teliti dan mampu memberikan edukasi kepada pelanggan agar tidak panik ketika menghadapi kendala teknis.
Regional CEO BRI Region 17 Denpasar, Hery Noercahya, menegaskan bahwa Agen BRILink merupakan perpanjangan tangan BRI untuk menjangkau layanan perbankan hingga ke daerah pelosok. “Dengan menjadi Agen BRILink, masyarakat tetap bisa menjalankan usaha utamanya sambil memperoleh tambahan penghasilan dari layanan perbankan,” ujarnya.
Menurut Hery, keterbatasan akses layanan perbankan di sejumlah wilayah dapat dijawab melalui keberadaan agen BRILink yang kini tersebar hingga lingkungan permukiman dan kawasan padat pekerja. Hingga saat ini, terdapat 4.182 Agen BRILink aktif yang tersebar di wilayah Bali, NTB, dan NTT.
Kehadiran Agen BRILink menjadi bukti nyata komitmen BRI dalam mendorong inklusi keuangan. Dengan jaringan yang luas, BRILink mempermudah masyarakat melakukan transaksi tanpa harus datang ke kantor cabang atau ATM. Hal ini sangat membantu terutama bagi pekerja migran, buruh harian, dan masyarakat di daerah terpencil.
Selain itu, program ini membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Banyak pemilik warung, toko kelontong, hingga usaha kecil lainnya yang kini mendapatkan tambahan penghasilan dari layanan BRILink. Dampaknya tidak hanya pada peningkatan ekonomi keluarga, tetapi juga pada pertumbuhan ekonomi lokal.
Kisah Desi Hidayanti Damuri diharapkan menjadi sebuah inspirasi bagi banyak orang, khususnya perempuan muda yang ingin mandiri secara ekonomi. Dengan keberanian mengambil peluang, ia berhasil mengubah warung kecil menjadi pusat transaksi keuangan yang melayani ratusan orang setiap hari. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa teknologi perbankan digital dapat menjadi solusi nyata bagi masyarakat kecil untuk berkembang. Dengan semakin banyaknya agen yang tersebar di pelosok, BRI berharap layanan keuangan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, mendukung inklusi keuangan, dan meningkatkan kesejahteraan.(nlt)


Posting Komentar untuk "Inspirasi Bisnis Agen BRILink Klungkung Ubah Warung Sembako Jadi Pusat Transaksi Modern"