FGBMFI World Convention 2026 di Bali, Jadi Momentum 50th Jubilee
Buletindewata.id, Badung - Pulau Bali kembali menarik perhatian global dengan penyelenggaraan Full Gospel Business Men's Fellowship International (FGBMFI) World Convention 2026. Acara bergengsi ini dijadwalkan berlangsung di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, pada 12-15 Agustus 2026, mengumpulkan lebih dari 1.400 delegasi dari 47 negara. Tahun ini, pertemuan internasional ini menjadi lebih spesial karena bertepatan dengan peringatan 50th Jubilee FGBMFI, yang menandai tonggak penting perjalanan organisasi yang telah ada selama lima dekade. Mengusung tema “One Fire, One Vision for Acceleration”, FGBMFI menegaskan perannya untuk membangkitkan semangat pelayanan, menyatukan visi, serta meningkatkan gerakan dalam dunia bisnis dan profesional.
Kehadiran ribuan delegasi dari berbagai negara tidak hanya memperkuat jaringan global FGBMFI, tetapi juga memberikan keuntungan positif bagi Bali sebagai tuan rumah. Interaksi antarbudaya, kegiatan konferensi, hingga pengalaman spiritual dan profesional peserta akan menjadi promosi alami bagi pariwisata Pulau Dewata.
Menurut Presiden Nasional FGBMFI Indonesia, Dalie Sutanto, pemilihan Bali sebagai lokasi konvensi adalah keputusan yang sangat tepat. “Bali menjadi magnet bagi dunia. Semua anggota sepakat bahwa Bali menawarkan fasilitas lengkap, masyarakat yang ramah, serta atmosfer yang mendukung. Ini adalah kebanggaan bagi Indonesia karena kali ini kita menjadi tuan rumah dengan jumlah peserta terbanyak dalam sejarah FGBMFI,” tuturnya.
Konvensi ini akan menampilkan banyak nama terkenal dari kalangan religius maupun dunia bisnis. Dari segi rohani, akan hadir Romo Koko, pastor Katolik yang telah melayani di berbagai negara; Ps. Juan Mogi, gembala senior GBI Gilgal Jakarta; Ps. Rubin Adi Abraham, Ketua Sinode GBI sekaligus gembala GBI Mekarwangi Bandung; Ps. Harliem Salim dari Gereja Kristen Indonesia yang juga koordinator Asia Pasifik; Ps. Lito Samsriwi dari Care City Church Jakarta; serta Ps. Timotius Arifin, tokoh yang membangun pelayanan dari Bali. Sementara itu, dari kalangan bisnis, akan tampil Batara Sianturi, CEO Citibank; Anthony Putihrai dari Tamara Corporation; serta sejumlah pembicara lain yang akan membagikan pengalaman dalam workshop dan diskusi panel. Kehadiran mereka menegaskan bahwa FGBMFI bukan hanya sebuah komunitas rohani, tetapi juga platform strategis bagi pengusaha dan profesional untuk berkembang.
Di Indonesia, FGBMFI dikenal sebagai Perkumpulan Usahawan Injil Sepenuhnya Indonesia (PUISI). Organisasi ini bersifat Kristen interdenominasi, tanpa afiliasi dengan partai politik atau denominasi gereja tertentu. Fokus utamanya adalah membekali anggotanya dalam pertumbuhan rohani, etika, kehidupan keluarga, dunia kerja, dan kehidupan sosial.
Melalui pendekatan ministry marketplace, FGBMFI mendorong anggotanya untuk mengintegrasikan nilai-nilai iman, integritas, dan kepemimpinan ke dalam profesi masing-masing. Dengan demikian, organisasi ini tidak hanya memperhatikan keberhasilan bisnis, tetapi juga berkontribusi nyata bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan.
Momentum 50th Jubilee menjadi cerminan dari perjalanan panjang FGBMFI dalam membangun komunitas global. Semangat yang diwariskan terus hidup, menginspirasi generasi baru pengusaha dan profesional Kristen untuk tidak hanya mengupayakan kesuksesan duniawi, tetapi juga menciptakan dampak sosial dan spiritual. Konvensi di Bali ini menjadi simbol bangkitnya kembali, di mana api pelayanan dan visi bersama dinyalakan kembali untuk mempercepat gerakan di dunia bisnis dan profesional.
Selain memperkuat jaringan internasional, kehadiran ribuan perwakilan dari 47 negara akan menghasilkan efek pengganda bagi Bali. Sektor hotel, restoran, transportasi, dan UMKM lokal akan mendapatkan keuntungan langsung dari aktivitas konferensi tersebut. Lebih jauh lagi, citra Bali sebagai destinasi MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) tingkat dunia semakin diperkuat. Indonesia juga mendapatkan kehormatan sebagai tuan rumah dengan jumlah peserta terbesar dalam sejarah FGBMFI. Setelah acara di Bali, konferensi berikutnya direncanakan akan berlangsung di Panama pada tahun 2027.
FGBMFI World Convention 2026 di Bali bukan hanya sekadar pertemuan internasional, melainkan sebuah momen bersejarah yang menegaskan posisi pengusaha dan profesional Kristen dalam membangun dunia bisnis yang berintegritas. Dengan tema "One Fire, One Vision for Acceleration", semangat pelayanan dan visi bersama dihidupkan kembali, membawa harapan baru bagi komunitas global. Bali juga kembali menunjukkan dirinya sebagai panggung dunia, di mana spiritualitas, bisnis, dan budaya berpadu dalam keselarasan.(blt)



Posting Komentar untuk "FGBMFI World Convention 2026 di Bali, Jadi Momentum 50th Jubilee"