KUR BRI Dampingi Pekerja Batu Alam Bangli Bangun Usaha Peternakan Mandiri
Buletindewata.id, Bangli - Di tengah debu tebal dan suara mesin pemotong batu alam di Banjar Dukuh, Desa Bunutin, Kabupaten Bangli, terdapat kisah perjuangan yang merubah masa depan finansial. Menggantungkan hidup pada kekuatan fisik sebagai pengrajin batu tidak menghalangi insting bertahan hidup para pekerja setempat. Di belakang rumah mereka, mereka meluncurkan inisiatif berani yang membuahkan hasil: menciptakan usaha peternakan mandiri dengan dukungan modal dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Langkah yang mengubah kehidupan ini muncul dari keinginan untuk keluar dari keterbatasan pendapatan tetap. Dengan memanfaatkan peluang pendanaan produktif, para pekerja harian ini berhasil menggabungkan kerja keras fisik dengan manajemen investasi yang terencana melalui pemeliharaan sapi dan babi.
Keberanian para pekerja untuk melangkahi batas zona nyaman tak lepas dari motivasi pimpinan mereka, I Nengah Mudiarsa. Sebagai pemilik usaha batu alam lokal, Mudiarsa memiliki prinsip kepemimpinan yang unik: mendorong karyawannya untuk tidak sepenuhnya bergantung pada penghasilan harian mereka.
Ia secara teratur mengajarkan para pekerja tentang disiplin dalam mengelola arus kas, memisahkan anggaran untuk konsumsi dengan dana investasi. Menurut Mudiarsa, sektor peternakan lokal adalah pilihan yang paling masuk akal bagi pekerja fisik karena fleksibilitas manajemennya dapat dilakukan di rumah tanpa mengganggu pekerjaan utama.
Salah satu contoh yang paling mengesankan dari perjuangan ini ditunjukkan oleh Wayan Budiasa. Sebagai ayah dari tiga anak, Budiasa menghadapi tantangan ekonomi yang berat. Tidak ingin menyerah pada situasi, Budiasa mengambil langkah berani dengan meminta pinjaman modal usaha secara bertahap dari BRI hingga melakukan tiga kali pemanfaatan KUR.
Pinjaman awal sebesar Rp25 Juta digunakan dengan cermat untuk membeli bibit sapi unggulan sebagai langkah pertama. Tahap Dua Rp50 Juta untuk menambah jumlah ternak dan sekaligus mengembangkan unit pembiakan babi serta pakan harian. Peningkatan pinjaman berikutnya digunakan Budiasa untuk memperbaiki operasional dan meng-modernisasi area pemeliharaan sapi agar bisa mencapai berat jual yang optimal.
"Dapat pinjam tiga kali di BRI, itu untuk usaha beli sapi. Bibitnya, pertama. Kedua, untuk membeli pemeliharaan babi. Itu usaha yang saya kerjakan di rumah, di samping kerja di sini. Itu hanya untuk... apa namanya, kerja usaha sambilan namanya," tuturnya.
Keberaniannya dalam mengelola risiko membuahkan hasil yang nyata. Salah satu sapi betina yang dipeliharanya berhasil dijual dengan harga Rp9 juta hingga Rp10 juta di pasar. Keuntungan bersih tersebut langsung digunakan untuk membeli bibit baru, sementara sisanya menjadi dukungan utama untuk pendidikan ketiga anaknya.
“Memang selain bekerja ditempat ini, saya punya usaha lain seperti pertanian, sawah, memelihara sapi dan babi. Itu untuk menunjang kehidupan dan menanggung beban keluarga,” imbuh Budiasa.
Kesuksesan para pengrajin batu alam di Bangli mendapatkan pengakuan dari manajemen perbankan. CEO Regional BRI Region 17 Denpasar, Hery Noercahya, menegaskan bahwa kisah di Desa Bunutin adalah bukti nyata bahwa pemodalan yang tepat dapat menggerakkan fondasi ekonomi yang paling mendasar.
BRI berkomitmen untuk terus membantu pelaku usaha mikro dan kecil agar dapat mengkonversi dana pembiayaan menjadi modal kerja yang menghasilkan potensi ekonomi jangka panjang.(blt)




Posting Komentar untuk "KUR BRI Dampingi Pekerja Batu Alam Bangli Bangun Usaha Peternakan Mandiri"