Semarak Festival Seni Budaya Badung 2026, Ajang Geliat Seniman Lokal hingga Kebangkitan UMKM
Buletindewata.id, Badung - Kabupaten Badung kembali berdenyut dalam irama seni dan tradisi. Panggung megah Gedung Terbuka Girinatha Mandala mendadak magis saat Festival Seni Budaya (FSB) Kabupaten Badung ke-15 Tahun 2026 resmi dibuka pada Rabu, 4 November 2026.
Ajang bergengsi yang telah vakum selama dua tahun akibat pandemi kini hadir kembali dengan nafas baru yang lebih segar. Mengusung semangat pelestarian warisan leluhur, festival ini tidak sekadar menjadi tontonan hiburan, melainkan menjelma sebagai ruang ekspresi dan kreativitas tanpa batas bagi para seniman lintas generasi.
Pembukaan festival ditandai secara resmi oleh Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, yang hadir bersama jajaran pejabat daerah. Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa memberikan apresiasi mendalam kepada Dinas Kebudayaan, panitia penyelenggara, para seniman, budayawan, hingga Sekaa Teruna yang telah bekerja keras mewujudkan kesuksesan acara ini.
"Festival budaya ini bukan hanya sekadar menampilkan pertunjukan ataupun hiburan, melainkan sekaligus sebagai ruang ekspresi dan kreativitas bagi seniman serta generasi muda kita untuk mewarisi nilai-nilai luhur para leluhur," ujar Bupati Adi Arnawa di hadapan ribuan pasang mata yang memadati arena.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa sektor pariwisata Badung yang sangat dinamis harus berjalan seiring dengan penguatan akar budaya lokal. Melalui festival ini, khazanah budaya Badung diharapkan tidak hanya lestari secara turun-temurun, tetapi juga menjadi magnet daya tarik wisata budaya yang berdaya saing tinggi.
Ada pemandangan menarik yang mencuri perhatian dalam penyelenggaraan tahun ini. Selain suguhan seni pertunjukan yang memukau, festival ini juga menjadi panggung emas bagi kebangkitan ekonomi kerakyatan dengan melibatkan 81 pelaku UMKM lokal binaan Dinas Koperasi. Para pengunjung dimanjakan dengan ragam kuliner khas nusantara serta pameran produk kreatif lokal.
Melihat antusiasme yang begitu luar biasa dari masyarakat dan para seniman, Bupati Adi Arnawa bahkan melontarkan gagasan progresif untuk pelaksanaan di masa depan. Beliau meminta agar durasi festival ke depannya tidak hanya digelar selama beberapa hari saja, melainkan diperpanjang hingga minimal satu pekan penuh.
"Saya meminta kepada panitia agar ke depan penyelenggaraan festival ini tidak hanya 3 hari, tetapi minimal 1 minggu. Agar anak-anak muda dan seniman kita memiliki ruang yang lebih luas untuk menunjukkan karya terbaiknya dan kita semua bisa berbangga," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gede Sukadana, memaparkan bahwa perhelatan akbar yang berlangsung selama 12 hari (4–16 November 2026) ini melibatkan tidak kurang dari 1.925 seniman.
Kemeriahan semakin terasa karena festival ini tidak hanya diikuti oleh seniman internal kabupaten dan provinsi Bali saja, tetapi juga mendapat partisipasi istimewa dari seniman luar daerah seperti Bandung, Sumatera, hingga DKI Jakarta.
"Yang sangat spesial, kita juga menampilkan kesenian lawas yang kini tergolong langka, salah satunya adalah Tari Telek. Kami bahkan menampilkan rekam jejak serta foto para pencetus garapan tari tersebut sebagai bentuk penghormatan," ungkap Gede Sukadana.
Berbagai mata acara menarik siap memanjakan pencinta seni setiap harinya, mulai dari parade gong kebyar anak-anak, remaja, dan wanita, lomba bapang barong, lomba balaganjur, hingga pementasan kolosal dari lima kecamatan di Kabupaten Badung yang direkrut secara merata.
Acara puncak pembukaan malam itu ditutup dengan penuh khidmat melalui pengucapan Om Shanti Shanti Shanti Om oleh Bupati Adi Arnawa, menandai dimulainya pesta rakyat penanda kejayaan seni dan budaya Badung yang maju, sejahtera, dan berakar kuat pada kearifan lokal.(blt)




Posting Komentar untuk "Semarak Festival Seni Budaya Badung 2026, Ajang Geliat Seniman Lokal hingga Kebangkitan UMKM"