Swiss-Belresort Pecatu Menggelar Hari Thanksgiving
Buletindewata.id, Badung - Guna mengungkapkan rasa syukur dan berterima kasih atas pencapaian di tahun 2025 kepada stakeholders, Swiss-Belresort Pecatu Kabupaten Badung menggelar Thanksgiving Pecatu Soiree yang berlangsung di area lobi resort setempat, Kamis (27/11/2025).
Pengelola Swiss-Belresort Pecatu menjadikan Thanksgiving sebagai momen berkumpulnya para partner yang mendukung keberlanjutan resort dengan kemeriahan makan malam bersama serta berbagai Doorprize menarik.
Owner Swiss-Belresort Pecatu President Director PT. Tujuh Havenindo Hotel, Ricky Teguh Utama Argawa sekaligus Pemilik Swiss-Belresort Pecatu menjelaskan Thanksgiving adalah tradisi yang telah berlangsung sejak 2021 di Swiss-Belresort Pecatu.
"Tradisi di Hari Thanksgiving kita memberikan apresiasi dalam hal ini hotel memberikan apresiasi penghargaan setinggi-tingginya kepada semua yang telah mendukung kita, baik itu Travel Agent Online dan offline, Wedding Organizer, Event Organizer dan lainnya di sekitar hotel kita undang merayakan. Ini sudah mau dekat tutup tahun kita merayakan apa yang sudah kita capai di tahun ini. Dan tahun kedepan kita selalu menjalin partnership dengan semua stakeholder yang ada di hotel ini," jelasnya.
Ia mengatakan, kendati pada tahun 2025 ini pemerintah pusat memberlakukan kebijakan mengurangi perjalanan dinas, rapat di hotel, seminar dan kegiatan lainnya yang dilakukan pemerintah, Swiss-Belresort Pecatu mencatatkan pencapaian yang tidak jauh dari tahun-tahun sebelumnya.
"Diawal tahun ini memang agak susah karena adanya pemangkasan anggaran dari pemerintah sehingga industri pariwisata secara keseluruhan baik hotel, restoran, travel mengalami Slow Down. Perjalanan berupa studi banding, kunjungan kerja maupun seminar-seminar lebih dibatasi oleh pemerintah. Itu mulai efektifnya dari awal Februari sehingga kita melihat adanya penurunan di sektor pemerintahan. Tapi syukurnya di properti kita ini, karena berada di Bali maka mengembangkan atau fokus ke arah wisatawan mancanegara itu yang terjadi peningkatan di sisi Online Travel Agent kita. Syukurnya kita tidak terlalu jauh-jauh dari pencapaian tahun lalu. Kita masih berusaha bagaimana caranya bisa lebih tinggi dari tahun lalu. Itu sih goal- nya," ungkapnya.
Ia menyebutkan di tahun 2025 ini, resort setempat mencatatkan tingkat hunian atau okupansi tertinggi di angka 91 persen pada bulan Agustus. "Agustus menembus rekor tertinggi kita. Di sana komposisinya 70an persen lebih itu wisatawan mancanegara, karena memang bertepatan dengan waktunya liburan mereka. Jadi memang Agustus itu Peak-nya kita punya," ujarnya.
Wisatawan mancanegara dari Australia penyumbang okupansi tertinggi disusul Amerika dan Rusia. Akhir-akhir ini, wisatawan dari Timur Tengah dan India menjadi pasar baru di Swiss-Belresort Pecatu. "Saat ini belum tutup tahun, biasanya kita lebih tinggi persentasenya wisatawan mancanegara dibandingkan dengan Indonesia. Kita itu diatas 55 persen mancanegara. Hal ini yang mengurangi dampak efek negatif dari kebijakan pemangkasan anggaran pemerintah," katanya.
Ia berharap pada tahun 2026 bisa menyasar lebih banyak turis asing yang berlibur di Bali atau pasar Leisure. Pasalnya, wisatawan mancanegara yang berlibur di Bali ini adalah pasar potensial untuk meningkatkan pencapaian okupansi jika pemerintah belum melonggarkan kebijakan pemangkasan anggaran tersebut.
Pihaknya pun berharap pemerintah masuk lagi di sektor-sektor pariwisata, sehingga bisa membantu tenaga kerja di sektor tersebut. "Karena pariwisata ini salah satu penerima tenaga kerja yang cukup banyak. Industri pariwisata itu tidak seperti industri lain yang banyak menggunakan alat atau mesin. Industri pariwisata ini memang harus mempekerjakan orang-orang. Ini yang kita minta supaya diperhatikan. Kemarin sudah ada insentif dari perpajakan pekerja pariwisata pajaknya ditanggung oleh pemerintah dengan batasan Rp 10 juta itu sangat membantu untuk para pekerja," imbuhnya. (blt)

Posting Komentar untuk "Swiss-Belresort Pecatu Menggelar Hari Thanksgiving"