PPSNKK Gelar Persembahyangan Khusus Hadapi Anomali Cuaca, Doakan Keselamatan Jagat Raya
Buletindewata.id, Gianyar - Menyikapi fenomena anomali cuaca yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di wilayah Bali dan sekitarnya, Pasemeton Pratisentana Shri Nararya Kreshna Kepakisan (PPSNKK) menggelar persembahyangan khusus sebagai bentuk kepedulian spiritual terhadap keselamatan alam semesta dan umat manusia.
Persembahyangan ini dilaksanakan pada hari suci Buda Keliwon wuku Matal, Rabu, 28 Januari 2026, dan dipusatkan di salah satu pura keluarga besar PPSNKK. Upacara dipimpin oleh Jro Mangku I Gusti Made Puspa, didampingi oleh Jro Mangku Nyoman Sunarka dan Jro Mangku Gede Tampad. Prosesi berlangsung dengan khidmat, penuh rasa bhakti dan kepasrahan ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Ketua I PPSNKK Pusat, I Gusti Made Toya, menyampaikan bahwa berbagai bencana alam yang terjadi belakangan ini, seperti tanah longsor dan sambaran petir yang mengenai beberapa meru di pura, menjadi peringatan penting bagi umat manusia untuk meningkatkan kewaspadaan dan spiritualitas.
“Banyaknya kejadian tanah longsor dan musibah tersambarnya meru oleh petir sangat memprihatinkan. Ini adalah tanda-tanda alam yang tidak boleh diabaikan. Kami mengajak seluruh pasemeton untuk bersama-sama memohon keselamatan dan perlindungan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” ujar I Gusti Made Toya dalam keterangannya.
Persembahyangan ini dilaksanakan atas restu Ketua Umum PPSNKK Pusat, I Gusti Agung Ngurah Sudarsana, yang turut hadir bersama Sekretaris Jenderal I Made Legawa serta jajaran pengurus pusat dan kabupaten. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata dari komitmen PPSNKK dalam menjaga keharmonisan antara manusia dan alam, serta memperkuat nilai-nilai spiritual warisan leluhur.
Dalam ajaran Hindu Bali, keseimbangan antara bhuana agung (alam semesta) dan bhuana alit (diri manusia) merupakan prinsip utama dalam menjaga harmoni kehidupan. Ketika alam menunjukkan gejala ketidakseimbangan, seperti cuaca ekstrem dan bencana, maka manusia diajak untuk melakukan refleksi diri dan memperkuat hubungan spiritual dengan Sang Pencipta.
“Melalui persembahyangan ini, kami berharap alam kembali harmonis, cuaca membaik, dan masyarakat diberikan kekuatan lahir dan batin untuk menghadapi berbagai tantangan,” tambah I Gusti Made Toya.
PPSNKK juga mengajak seluruh masyarakat Bali dan umat Hindu di manapun berada untuk turut serta dalam gerakan spiritual ini, baik melalui doa pribadi maupun persembahyangan bersama di pura-pura setempat. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menjaga lingkungan sekitar, mengurangi aktivitas yang merusak alam, serta memperkuat solidaritas sosial di tengah situasi yang penuh tantangan ini.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa spiritualitas dan budaya lokal memiliki peran penting dalam menghadapi krisis global, termasuk perubahan iklim dan bencana alam. PPSNKK berharap persembahyangan ini menjadi inspirasi bagi komunitas lain untuk mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal dalam menjaga bumi dan kehidupan.(blt/ari)

Posting Komentar untuk "PPSNKK Gelar Persembahyangan Khusus Hadapi Anomali Cuaca, Doakan Keselamatan Jagat Raya"