Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

The Nusa Dua Perkenalkan Transformasi Baru, ITDC Resmi Luncurkan Proyek Pembaruan Wilayah Wisata Unggulan Bali

The Nusa Dua Perkenalkan Transformasi Baru, ITDC Resmi Luncurkan Proyek Pembaruan Wilayah Wisata Unggulan Bali

Buletindewata.id, Badung - PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) secara resmi meluncurkan awal Proyek Pembaruan The Nusa Dua, menandai perubahan terbesar di area tersebut sejak pengembangan pertamanya pada tahun 1973. Proyek ini merupakan strategi penting untuk memperkuat posisi The Nusa Dua sebagai tujuan wisata premium yang modern, berkelanjutan, dan tetap mencerminkan budaya Bali.

Pembaruan ini direncanakan akan dilaksanakan secara bertahap selama periode tiga tahun, dari 2026 hingga 2028, dengan fokus utama pada pembenahan infrastruktur, revitalisasi ruang publik, serta pengembangan fasilitas yang berorientasi pada kesehatan dan prinsip keberlanjutan lingkungan.

Pulau Peninsula, yang selama ini berfungsi sebagai pusat kegiatan publik dan tempat penyelenggaraan berbagai acara internasional, menjadi titik awal untuk pelaksanaan pembaruan. Pada tahap awal, ITDC akan melakukan perbaikan area pentas acara, memperbarui akses menuju Water Blow, dan membangun area untuk pernikahan luar ruangan yang dirancang untuk meningkatkan daya tarik wisata yang romantis dan eksklusif.

Di sisi lain, Pulau Nusa Dharma akan dikembangkan sebagai “Pulau Kesehatan” dengan penambahan fasilitas untuk yoga, tempat meditasi, dan jalur kebugaran. Inisiatif ini sesuai dengan tren global dalam wisata kesehatan dan kesejahteraan yang semakin meningkat.

Sebagai bagian dari komitmen terhadap kenyamanan dan keberlanjutan, ITDC akan melakukan sejumlah peningkatan infrastruktur di wilayah tersebut, antara lain penambahan lapisan jalan sepanjang 3,7 km untuk meningkatkan konektivitas dan mendukung kegiatan sehari-hari, pembaruan jalur pejalan kaki sepanjang 7,5 km dengan sistem pencahayaan baru yang ramah lingkungan, hingga penataan kembali akses menuju Pulau Peninsula agar lebih teratur dan mudah dijangkau oleh wisatawan.

Selain itu, ITDC juga membangun fasilitas pengelolaan sampah berbasis TPS3R (Mengurangi, Menggunakan Kembali, Mendanai) seluas 5.000 meter persegi sebagai bagian dari sistem manajemen lingkungan yang modern dan berkelanjutan.

Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, mengungkapkan bahwa proyek pembaruan ini tidak hanya memprioritaskan aspek fisik, tetapi juga berfokus pada pelestarian budaya dan lingkungan. “Perubahan ini merupakan langkah menyeluruh untuk memperkuat kualitas tata ruang, fasilitas umum, kenyamanan para pengunjung, dan keberlanjutan lingkungan. Kami ingin menjadikan The Nusa Dua lebih terorganisir, lebih nyaman, dan lebih responsif terhadap kebutuhan pariwisata kontemporer, tanpa mengabaikan akar budaya Bali dan nilai-nilai lokal,” terang Ahmad Fajar, Rabu, (28/1).


The Nusa Dua Perkenalkan Transformasi Baru, ITDC Resmi Luncurkan Proyek Pembaruan Wilayah Wisata Unggulan Bali

Seluruh proses pembaruan dilaksanakan berdasarkan rencana induk kawasan dan analisis dampak lingkungan, termasuk pelaksanaan RKL-RPL, untuk menjamin pembangunan tetap sesuai dengan prinsip keberlanjutan dan kebijaksanaan lokal Bali.

Pembaruan The Nusa Dua dianggap sebagai investasi jangka panjang yang tidak hanya mempercantik wilayah tetapi juga memberikan efek positif bagi komunitas dan ekonomi lokal. Beberapa manfaat yang diharapkan meliputi peningkatan jumlah pengunjung dan belanja di sektor pariwisata, menciptakan peluang kerja baru di bidang pariwisata, konstruksi, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Termasuk memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah dan desa adat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya setempat, prosesi adat Bali “Ngeruak” juga dilaksanakan dalam acara peluncuran proyek ini. Ini merupakan simbol bahwa setiap langkah pembangunan tetap melibatkan nilai-nilai spiritual dan tradisi Bali.

Dengan pembaruan ini, The Nusa Dua diharapkan dapat menjadi tujuan wisata premium yang berstandar internasional, ruang publik yang inklusif, nyaman,serta menjadi lokasi untuk budaya, perdagangan, dan hiburan di Bali. Kedepan, The Nusa Dua diharapkan pula mampu menjadi konsep destinasi wisata berkelanjutan di Indonesia.

Perubahan ini menjadi titik krusial dalam perjalanan sejarah The Nusa Dua, serta merupakan bukti nyata dedikasi ITDC dalam menciptakan destinasi wisata yang lebih ramah lingkungan, lebih cerdas, dan lebih berorientasi pada manusia.(blt)

Posting Komentar untuk "The Nusa Dua Perkenalkan Transformasi Baru, ITDC Resmi Luncurkan Proyek Pembaruan Wilayah Wisata Unggulan Bali"