Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bali Tourism Run 2026, Meriahkan Jatiluwih dengan Sport Tourism Menuju 100 Tahun Pariwisata Bali

Bali Tourism Run 2026, Meriahkan Jatiluwih dengan Sport Tourism Menuju 100 Tahun Pariwisata Bali

Buletindewata.id, Tabanan - Bali kembali meneguhkan posisinya sebagai destinasi wisata kelas dunia melalui penyelenggaraan Bali Tourism Run 2026 yang sukses digelar pada Minggu, 21 Juni 2026 di kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, Tabanan. Ajang ini bukan sekadar lomba lari, melainkan sebuah perayaan sport tourism yang menyatukan olahraga, budaya, kuliner, dan keindahan alam Bali.  

Sekitar 1.715 peserta dari berbagai kalangan ikut berlari menyusuri lanskap persawahan Jatiluwih yang telah ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO. Panorama sawah berundak yang menakjubkan, udara sejuk pegunungan, serta keramahan masyarakat lokal menjadikan event ini pengalaman tak terlupakan.  

Acara yang dibuka oleh Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra, menghadirkan rute istimewa: start dari Telabah Gede, melintasi Kedamian, Umo Duwi, Besi Kalung, hingga finis di Monumen UNESCO. Para pelari tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga menyaksikan langsung sistem pertanian tradisional Bali yang menjadi daya tarik utama kawasan ini.  

Rute ini dirancang untuk memperlihatkan harmoni antara manusia, budaya, dan alam. Setiap langkah pelari seolah menjadi perjalanan spiritual yang menghubungkan olahraga dengan filosofi hidup masyarakat Bali.  

Bali Tourism Run 2026, Meriahkan Jatiluwih dengan Sport Tourism Menuju 100 Tahun Pariwisata Bali

Sekitar 20 stan kuliner lokal turut meramaikan acara, memperkenalkan makanan khas Bali seperti lawar, sate lilit, dan jaja Bali kepada peserta dan pengunjung. Kehadiran ribuan peserta diyakini memberi dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat sekitar, mulai dari kuliner, homestay, hingga layanan pariwisata pendukung.  

Menurut Sekda Dewa Made Indra, event ini menjadi contoh nyata bagaimana pariwisata tidak boleh eksklusif, melainkan harus memberikan trickle down effect kepada masyarakat lokal. Dengan begitu, penyelenggaraan event bukan hanya menguntungkan penyelenggara, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi warga sekitar.  .  

"Pelaku pariwisata diminta dapat memberikan contoh bahwa event pariwisata tidak boleh eksklusif, tetapi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal. Pariwisata Bali tidak hanya sekadar mencari keuntungan ekonomi, tetapi juga harus menunjukkan akar budaya dan lingkungan," ungkap Sekda Bali, Dewa Made Indra didampingi Ketua ASITA Bali, I Putu Winastra.

Bali Tourism Run 2026, Meriahkan Jatiluwih dengan Sport Tourism Menuju 100 Tahun Pariwisata Bali

ASITA Bali menegaskan bahwa pemilihan Jatiluwih sebagai lokasi adalah strategi untuk menunjukkan kepada wisatawan bahwa Bali tetap aman, nyaman, dan layak menjadi destinasi utama. Sementara, Pemerintah Provinsi Bali pun menekankan bahwa pariwisata Pulau Dewata harus berakar pada budaya dan lingkungan

Tema besar “The Journey Begin from Jatiluwih” menegaskan kawasan ini sebagai titik awal penyelenggaraan event yang diharapkan berkembang menjadi agenda tahunan bergilir di seluruh kabupaten Bali. Melalui Bali Tourism Run 2026, Jatiluwih bukan hanya menjadi lokasi olahraga, tetapi juga sarana promosi pariwisata berkelanjutan yang menjaga budaya dan lingkungan sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.  

Dinas Pariwisata Provinsi Bali mencatat, periode Januari hingga Mei 2026 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 2,6 juta orang, meliputi wisatawan Australia 650.715 kunjungan (terbesar), Tiongkok 244.987 kunjungan, India 223.993 kunjungan  

Angka ini menunjukkan Bali tetap menjadi magnet wisata dunia. Melalui penyelenggaraan event yang memberi manfaat bagi masyarakat lokal, Bali tidak hanya tampil sebagai destinasi wisata kelas dunia, tetapi juga sebagai ikon pariwisata berkelanjutan yang menjaga budaya, lingkungan, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.  

Event Bali Tourism Run 2026 meneguhkan Bali sebagai destinasi kelas dunia dengan pengalaman wisata yang lengkap: olahraga, kuliner, budaya, dan alam. Sport tourism seperti Bali Tourism Run menjadi tren baru yang menggabungkan gaya hidup sehat dengan eksplorasi destinasi wisata.  

Peserta tidak hanya berlari, tetapi juga merasakan atmosfer Bali yang penuh energi positif. Mereka berinteraksi dengan masyarakat lokal, mencicipi kuliner tradisional, serta menikmati keindahan alam yang autentik.  

Bali Tourism Run tahun ini menjadi momentum penting menuju peringatan 100 Tahun Pariwisata Bali 2027. Event ini diharapkan menjadi inspirasi bagi penyelenggaraan kegiatan serupa di berbagai kabupaten, sehingga pariwisata Bali semakin merata dan berkelanjutan.  

Dengan mengedepankan budaya, lingkungan, dan masyarakat lokal, Bali menunjukkan kepada dunia bahwa pariwisata bukan hanya soal keuntungan ekonomi, tetapi juga tentang menjaga harmoni kehidupan.(blt)



Posting Komentar untuk "Bali Tourism Run 2026, Meriahkan Jatiluwih dengan Sport Tourism Menuju 100 Tahun Pariwisata Bali"